- Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Madiun berawal dari informasi dugaan aliran uang terkait proyek pemerintah daerah setempat.
- Belasan orang, termasuk Wali Kota Madiun aktif, diamankan dalam operasi senyap yang menyasar pejabat terkait proyek.
- Wali Kota dan sejumlah pihak dibawa ke Jakarta setelah pemeriksaan awal untuk pendalaman kasus dugaan fee proyek dan dana CSR.
SuaraJatim.id - Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kota Madiun, Jawa Timur, menjadi salah satu peristiwa hukum paling menyita perhatian publik. Bukan hanya karena jumlah pihak yang diamankan, tetapi juga karena wali kota aktif, Maidi yang disebut-sebut ikut dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Berikut 8 fakta kronologi OTT KPK di Madiun, disusun runtut agar pembaca mudah memahami bagaimana operasi ini berlangsung dari awal hingga akhir.
1. Berawal dari Informasi Dugaan Transaksi Mencurigakan
OTT KPK di Madiun bermula dari informasi awal terkait dugaan aliran uang yang diduga berkaitan dengan proyek di lingkungan Pemerintah Kota Madiun. Informasi ini kemudian dianalisis dan diperdalam oleh penyidik KPK.
2. KPK Lakukan Pemantauan Intensif
Setelah mengantongi bukti awal, KPK melakukan pemantauan intensif terhadap sejumlah pihak yang dicurigai. Langkah ini dilakukan secara tertutup untuk memastikan waktu dan sasaran OTT tepat.
3. Tim KPK Bergerak ke Sejumlah Titik
Pada hari pelaksanaan OTT, tim KPK bergerak ke beberapa lokasi berbeda di Kota Madiun. Operasi dilakukan secara senyap dengan menyasar pejabat pemerintah daerah dan pihak lain yang diduga terlibat.
4. Belasan Orang Diamankan
Baca Juga: Kasus Korupsi DJKA Kemenhub Meluas, Kepala BTP Surabaya Diperiksa KPK
Dalam operasi tersebut, belasan orang diamankan untuk dimintai keterangan. Mereka berasal dari unsur pejabat pemerintah daerah serta pihak terkait lainnya. Sebagian diperiksa di lokasi, sementara lainnya diamankan untuk pemeriksaan lanjutan.
5. Nama Wali Kota Madiun Ikut Terjaring
Perhatian publik meningkat tajam setelah dikonfirmasi bahwa Wali Kota Madiun termasuk salah satu pihak yang ikut diamankan dalam OTT. Keterlibatan kepala daerah aktif ini langsung memicu sorotan nasional.
6. Pemeriksaan Awal Dilakukan di Madiun
Usai penangkapan, KPK tidak langsung membawa seluruh pihak ke Jakarta. Pemeriksaan awal dilakukan di Madiun untuk mengurai peran masing-masing pihak sekaligus mengamankan dokumen dan barang bukti yang relevan.
7. Wali Kota dan Sejumlah Pihak Dibawa ke Jakarta
Berita Terkait
-
Kasus Korupsi DJKA Kemenhub Meluas, Kepala BTP Surabaya Diperiksa KPK
-
KPK Panggil 26 Saksi Kasus Suap Bupati Ponorogo, Keponakan Sugiri Sancoko Ikut Diperiksa
-
Pemprov Jatim Raih Penghargaan Pariwara Anti Korupsi 2025:Pemacu Kerja Birokrasi Jujur, Akuntabel
-
Kasus Suap Bupati Ponorogo, 13 Saksi Diperiksa KPK di Polres Madiun!
-
KPK Geledah Ruang Bupati Ponorogo, Usut Suap Jabatan dan Proyek RSUD
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Profil Maidi, Wali Kota Madiun: 7 Fakta dan Kontroversi Sebelum OTT KPK
-
OTT KPK di Madiun: 7 Fakta Dugaan Fee Proyek dan Dana CSR yang Menyeret Wali Kota
-
8 Fakta Kronologi OTT KPK di Madiun, Wali Kota Ikut Dibawa ke Jakarta
-
Melampaui Target! Realisasi Investasi Jatim 2025 Tembus Rp147,7 Triliun
-
Perkuat Pendidikan, Khofifah Resmikan Fasilitas dan Revitalisasi 22 SMA/SMK/SLB