Tasmalinda
Senin, 19 Januari 2026 | 21:41 WIB
Wali Kota Madiun Maidi kena OTT KPK
Baca 10 detik
  • KPK melakukan OTT di Madiun, Jawa Timur, mengamankan belasan orang termasuk Wali Kota aktif Maidi yang dibawa ke Jakarta.
  • Dugaan aliran uang dari proyek daerah dan penyalahgunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi fokus penyelidikan KPK.
  • Kasus ini menyoroti kembali pola lama korupsi daerah yang melibatkan irisan kuat antara kekuasaan, proyek, dan transaksi keuangan.

SuaraJatim.id - OTT KPK di Madiun menjadi sorotan nasional setelah Wali Kota Madiun Maidi ikut dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Operasi tangkap tangan ini tidak hanya menyita perhatian karena menyeret kepala daerah aktif, tetapi juga karena dugaan fee proyek dan pengelolaan dana CSR yang kembali mencuat ke ruang publik.

Kasus ini memperlihatkan kembali irisan antara uang, proyek, dan kekuasaan di tingkat pemerintahan daerah—wilayah yang selama ini kerap dinilai rawan praktik transaksional.

Berikut rangkuman fakta penting OTT KPK di Kota Madiun yang perlu diketahui publik.

1. OTT Menyasar Lingkar Kekuasaan Pemkot Madiun

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan belasan orang dari berbagai unsur. Tidak hanya pejabat teknis, Wali Kota Madiun Maidi juga termasuk pihak yang dibawa ke Jakarta. Keterlibatan kepala daerah aktif membuat perkara ini langsung naik kelas dari isu lokal menjadi perhatian nasional.

2. Dugaan Fee Proyek Jadi Pintu Masuk Penyelidikan

Informasi awal yang berkembang menyebutkan OTT ini berkaitan dengan dugaan aliran uang dari proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kota Madiun. Fee proyek kerap menjadi fokus karena dianggap titik rawan transaksi antara penguasa daerah dan pelaksana proyek.

3. Dana CSR Ikut Masuk Radar KPK

Selain proyek, pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) turut disorot. Dana CSR berada di wilayah abu-abu—bukan APBD, tetapi melibatkan kepentingan publik dan relasi dengan pemerintah daerah—sehingga rawan disalahgunakan bila pengawasan lemah.

Baca Juga: 8 Fakta Kronologi OTT KPK di Madiun, Wali Kota Ikut Dibawa ke Jakarta

4. Sekitar 15 Orang Diamankan, Tidak Semua Dibawa ke Jakarta

KPK mengamankan sekitar 15 orang. Sebagian diperiksa di daerah, sementara sembilan orang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk pendalaman perkara. Pola ini menunjukkan KPK tengah mengurai peran berlapis, bukan sekadar membidik satu aktor.


5. Wali Kota Dibawa ke Jakarta, Publik Bereaksi

Fakta bahwa wali kota aktif ikut dibawa ke Jakarta memicu reaksi luas di media sosial dan ruang publik. Sebagian warga menilai ini sebagai sinyal bahwa kekuasaan daerah tidak kebal hukum, sementara lainnya menunggu kejelasan status hukum resmi.

6. Proyek Daerah dan Kekuasaan: Pola Lama yang Terulang

Kasus Madiun mengingatkan publik pada pola lama korupsi daerah. Ketika kepala daerah memiliki pengaruh besar atas proyek, potensi konflik kepentingan dan praktik transaksional selalu mengintai. OTT ini menguatkan pandangan bahwa proyek dan anggaran kerap menjadi pintu masuk utama korupsi di daerah.

Load More