Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:27 WIB
Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang. (Ist)
Baca 10 detik
  • Dua Kepala SPPG Ponorogo mengadu ke Wakil Kepala BGN di Blitar terkait intimidasi Yayasan pengelola.
  • Yayasan diduga merekayasa anggaran Program MBG dan menekan Kepala SPPG hingga merugi pribadi.
  • Hasil inspeksi menemukan dapur SPPG kotor dan tidak memenuhi standar teknis, lalu diperintahkan ditutup.

Diantaranya, lantai dapur yang mengelupas, dinding-dinding dapur yang kotor, keropos dan berjamur, ruang pemorsian yang tidak layak dan tidak ber-AC, tidak ada ruang istirahat, serta locker yang seadanya dan tidak terpisah.

Untuk memperbaiki berbagai sarana dan prasarana SPPG, kedua Kepala SPPG itu terpaksa juga merogoh kocek mereka sendiri. Sebab, Yayasan yang mengelola kedua SPPG itu maupun pemiliknya, tidak mau keluar uang lagi untuk sekadar memperbaiki dapur. Padahal, berbagai sarana dan prasarana SPPG sangat buruk.

“Kami menggunakan uang pribadi untuk pembuatan IPAL ini, Pak,” kata Rizal.

Dari aroma busuk yang meruap dari kedua dapur itu, Brigjen Dony menegaskan bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mereka sangat tidak memadai. Apalagi hanya memakai buis beton bersambung yang isinya sudah hampir meluap dan hanya ditutup dengan triplek tipis.

“Dapur-dapur ini sangat tidak layak untuk dilanjutkan,” ujarnya. Sementara dalam pembicaraan per telepon, pemilik Yayasan mengaku siap mengikuti apapun arahan Brigjen Dony.

Load More