- Kejaksaan Agung mencopot Aspidum Kejati Jatim, Joko Budi Darmawan, akibat dugaan penyimpangan penanganan perkara pada 18 Maret 2026.
- Tim Pam SDO mengamankan oknum tersebut beserta sejumlah Kepala Seksi melalui operasi tertutup untuk proses pemeriksaan intensif.
- Kejaksaan Agung sedang meninjau bukti dugaan pelanggaran untuk menentukan sanksi administratif atau proses hukum pidana lebih lanjut.
SuaraJatim.id - Slogan "Jaksa adalah Manusia Biasa, tapi Integritas adalah Harga Mati" tampaknya bukan sekadar hiasan dinding di Korps Adhyaksa.
Kejaksaan Agung (Kejagung) RI baru saja membuktikan ketegasannya dengan melakukan "bersih-bersih" besar-besaran di tubuh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.
Kursi panas Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim kini kosong. Joko Budi Darmawan, sang pemegang tongkat komando pidana umum di Jawa Timur, resmi dicopot dari jabatannya.
Langkah drastis ini diambil setelah ia diamankan oleh Tim Pengamanan Sumber Daya Organisasi (Pam SDO) dalam sebuah operasi yang berlangsung sunyi namun mematikan.
Penangkapan ini bukanlah gertakan sambal. Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel), Reda Manthovani, mengungkapkan bahwa timnya telah bergerak sejak sebelum Hari Raya Idul Fitri, tepatnya pada 18 Maret 2026.
Joko Budi Darmawan, yang juga mantan Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Namun, Joko tidak sendirian. Badai ini juga menyeret sejumlah Kepala Seksi (Kasi) di lingkup Aspidum Kejati Jatim.
Mereka semua kini "diparkir" sementara agar proses klarifikasi atas dugaan penyimpangan penanganan perkara bisa berjalan tanpa intervensi.
“Kami sudah amankan dan jabatannya langsung dicopot agar kami bisa melakukan klarifikasi secara leluasa,” tegas Reda Manthovani saat ditemui di Surabaya, Kamis (2/4/2026).
Baca Juga: Magnet Digital Mudik 2026: Trafik Indosat di Jatim Melejit, Malang Jadi Episentrum Utama
Bagaimana seorang pejabat tinggi bisa terendus? Reda menjelaskan bahwa bidang intelijen kini memiliki direktorat khusus yang bekerja "di bawah radar".
Mereka memantau perilaku para jaksa melalui metode kerja tertutup, mulai dari memantau rekaman CCTV hingga melakukan pendekatan rahasia.
Reda mengibaratkan pekerjaan ini seperti mencari sebatang jarum di dalam tumpukan jerami. Sulit, namun bukan berarti mustahil.
“Langkah pertama adalah mengamankan SDM-nya. Kami klarifikasi secara senyap. Jika laporan masyarakat kuat dan didukung dua alat bukti sah, kami tidak akan ragu (menindak),” ujarnya dengan nada dingin.
Nasib Joko Budi Darmawan dan para sejawatnya kini berada di ujung tanduk. Kejagung tengah membedah laporan masyarakat yang masuk.
Jika nantinya hanya ditemukan pelanggaran prosedur, maka kasus ini akan diserahkan ke Bidang Pengawasan untuk urusan etik.
Berita Terkait
-
Magnet Digital Mudik 2026: Trafik Indosat di Jatim Melejit, Malang Jadi Episentrum Utama
-
Gubernur Khofifah Lantik 128 Kepala Sekolah, Tekankan Cetak SDM Unggul Jawa Timur
-
Polisi Bongkar Prostitusi Twin Tower Surabaya, Satu Tersangka Diamankan
-
Polisi Bongkar Rumah Produksi Petasan Ilegal di Pamekasan, Ratusan Barang Bukti Disita
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Kurang Makan, Ternyata Ini Biang Keladi Belasan Rusa di Pendopo Tulungagung Kurus
-
Khofifah Optimistis Jatim Pertahankan WTP saat Hadiri Entry Meeting LKPD 2025 BPK RI
-
BRI Dominasi Penghargaan Dealer Utama 2025, Dukung Pembiayaan Negara
-
Sempat Lumpuh Total Diterjang Longsor, Akses Utama Malang-Lumajang Kini Sudah Bisa Dilalui
-
Badai di Kejati Jatim: Terjaring 'Operasi Senyap', Aspidum dan Sejumlah Kasi Dicopot Mendadak