Wakos Reza Gautama
Kamis, 02 April 2026 | 14:35 WIB
Jaksa Agung Muda Intelijen Reda Manthovani mengatakan pencopotan jabatan Aspidum Kejati Jatim dilakukan untuk mempermudah proses klarifikasi atas dugaan penyimpangan dalam penanganan perkara. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Kejaksaan Agung mencopot Aspidum Kejati Jatim, Joko Budi Darmawan, akibat dugaan penyimpangan penanganan perkara pada 18 Maret 2026.
  • Tim Pam SDO mengamankan oknum tersebut beserta sejumlah Kepala Seksi melalui operasi tertutup untuk proses pemeriksaan intensif.
  • Kejaksaan Agung sedang meninjau bukti dugaan pelanggaran untuk menentukan sanksi administratif atau proses hukum pidana lebih lanjut.

SuaraJatim.id - Slogan "Jaksa adalah Manusia Biasa, tapi Integritas adalah Harga Mati" tampaknya bukan sekadar hiasan dinding di Korps Adhyaksa.

Kejaksaan Agung (Kejagung) RI baru saja membuktikan ketegasannya dengan melakukan "bersih-bersih" besar-besaran di tubuh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

Kursi panas Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim kini kosong. Joko Budi Darmawan, sang pemegang tongkat komando pidana umum di Jawa Timur, resmi dicopot dari jabatannya.

Langkah drastis ini diambil setelah ia diamankan oleh Tim Pengamanan Sumber Daya Organisasi (Pam SDO) dalam sebuah operasi yang berlangsung sunyi namun mematikan.

Penangkapan ini bukanlah gertakan sambal. Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel), Reda Manthovani, mengungkapkan bahwa timnya telah bergerak sejak sebelum Hari Raya Idul Fitri, tepatnya pada 18 Maret 2026.

Joko Budi Darmawan, yang juga mantan Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Namun, Joko tidak sendirian. Badai ini juga menyeret sejumlah Kepala Seksi (Kasi) di lingkup Aspidum Kejati Jatim.

Mereka semua kini "diparkir" sementara agar proses klarifikasi atas dugaan penyimpangan penanganan perkara bisa berjalan tanpa intervensi.

“Kami sudah amankan dan jabatannya langsung dicopot agar kami bisa melakukan klarifikasi secara leluasa,” tegas Reda Manthovani saat ditemui di Surabaya, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga: Magnet Digital Mudik 2026: Trafik Indosat di Jatim Melejit, Malang Jadi Episentrum Utama

Bagaimana seorang pejabat tinggi bisa terendus? Reda menjelaskan bahwa bidang intelijen kini memiliki direktorat khusus yang bekerja "di bawah radar".

Mereka memantau perilaku para jaksa melalui metode kerja tertutup, mulai dari memantau rekaman CCTV hingga melakukan pendekatan rahasia.

Reda mengibaratkan pekerjaan ini seperti mencari sebatang jarum di dalam tumpukan jerami. Sulit, namun bukan berarti mustahil.

“Langkah pertama adalah mengamankan SDM-nya. Kami klarifikasi secara senyap. Jika laporan masyarakat kuat dan didukung dua alat bukti sah, kami tidak akan ragu (menindak),” ujarnya dengan nada dingin.

Nasib Joko Budi Darmawan dan para sejawatnya kini berada di ujung tanduk. Kejagung tengah membedah laporan masyarakat yang masuk.

Jika nantinya hanya ditemukan pelanggaran prosedur, maka kasus ini akan diserahkan ke Bidang Pengawasan untuk urusan etik.

Load More