- Kebakaran melanda gudang seluas 2.000 meter persegi di Desa Blimbing, Jombang, pada Jumat dini hari, 12 Juni 2026.
- Petugas pemadam kebakaran dari tiga pos gabungan dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar bangunan sejak pukul 01.35 WIB.
- Operasi pemadaman dan pembasahan intensif berlangsung selama tujuh jam lebih hingga api benar-benar padam pada pukul 09.00 WIB.
SuaraJatim.id - Pada Jumat (12/6/2026) dini hari, saat sebagian besar warga tengah terlelap, si jago merah mengamuk membakar gudang usaha seluas 2.000 meter persegi di Jalan Raya Blimbing Nomor 95 ludes, Desa Blimbing, Kecamatan Gudo, Jombang.
Lidah api pertama kali terlihat menari-nari dari bagian belakang bangunan sekitar pukul 01.35 WIB. Dalam hitungan menit, material di dalam gudang berukuran 100 x 20 meter itu memicu api membesar dengan cepat, mengancam pemukiman di sekitarnya.
Mendapat laporan darurat pada pukul 01.40 WIB, personel Pos Damkar Ngoro langsung memacu unit fire pumper truck mereka menembus dinginnya malam.
Tiba di lokasi pukul 01.58 WIB, petugas dihadapkan pada pemandangan mencekam, sebagian besar area gudang telah menjadi lautan api.
"Laporan langsung kami tindak lanjuti. Mengingat besarnya area yang terdampak, kami segera mengerahkan kekuatan penuh," ungkap Komandan Damkarla Kabupaten Jombang, Syamsul Bahri dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Sadar bahwa api terlalu besar untuk ditaklukkan sendirian, sebuah operasi gabungan skala besar pun dibentuk. Tiga pos pemadam kebakaran, Ngoro, Jombang, dan Mojoagung, bersatu padu di garis depan.
Tak kurang dari tiga unit fire pumper truck dan dua unit fire supply truck dikerahkan untuk memastikan pasokan air tak terputus.
Bukan hanya petugas pemadam, semangat kolaborasi juga ditunjukkan oleh BPBD Kabupaten Jombang, personel Polsek dan Koramil Gudo, hingga perangkat desa dan warga setempat. Mereka bahu-membahu, membentuk barisan pertahanan agar api tidak merembet ke bangunan lain.
Perang melawan api ini bukanlah perkara mudah. Petugas harus berjibaku selama lebih dari tujuh jam, melakukan pemadaman sekaligus pembasahan intensif di setiap sudut reruntuhan guna memastikan tidak ada titik api tersembunyi yang kembali menyala. Barulah pada pukul 09.00 WIB, setelah matahari mulai meninggi, operasi dinyatakan selesai.
Baca Juga: Istri Pergi Beli Makan, Kakek di Ngawi Tewas Terjebak Kobaran Api di Rumah
Berita Terkait
-
Istri Pergi Beli Makan, Kakek di Ngawi Tewas Terjebak Kobaran Api di Rumah
-
Maut di Lajur Lambat: Tragedi Honda City Hantam Truk Gandeng di Tol Jomo
-
Badai di Jombang: 1.000 Buruh PT SGS Terancam PHK, SBPJ Siapkan Perlawanan Besar
-
Terjebak di Lantai Dua, 4 Penghuni Rumah di Ampel Surabaya Dievakuasi dari Kepungan Api
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Drama Tujuh Jam Pemadaman Api di Gudang Raksasa Jombang
-
Sensasi Meniti Awan: Jembatan Kaca Bromo Siap Manjakan Wisatawan Mulai Juni 2026
-
Pemprov Jatim Raih 2 Penghargaan Garuda AI Impact Summit
-
BRI Umumkan Buyback Saham di Tengah Gejolak Pasar, Fokus Tingkatkan Nilai Pemegang Saham
-
Apes! Niat Kencan Lewat Aplikasi OMI, Remaja Blitar Malah Masuk Jebakan Komplotan Pemeras