- Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam di Sidoarjo mengalami dugaan keracunan makanan program gizi.
- Bupati Sidoarjo menemukan 31 dari 170 unit SPPG beroperasi tanpa izin resmi dan dihentikan sementara.
- Sebanyak 516 korban terdampak insiden tersebut, dengan puluhan pasien masih harus menjalani perawatan medis.
SuaraJatim.id - Dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri dan santriwati Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, menjadi alarm keras bagi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di tengah penanganan ratusan korban yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan MBG dari SPPG Kalitengah, Tanggulangin, Bupati Sidoarjo Subandi turun langsung melakukan inspeksi.
Hasilnya, persoalan yang mencuat tidak hanya berhenti pada dugaan keracunan massal. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menemukan masih ada puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya yang belum mengantongi izin.
Berdasarkan data yang disampaikan Subandi, dari total 170 SPPG yang berdiri di Kabupaten Sidoarjo, sebanyak 31 di antaranya belum memiliki izin.
Kondisi tersebut membuat Pemkab Sidoarjo meminta agar SPPG yang belum berizin dihentikan sementara.
“Total SPPG yang ada di Sidoarjo 170. Yang masih belum ada izin, 31,” kata Subandi.
Ia menegaskan, keberadaan puluhan SPPG tanpa izin harus menjadi perhatian serius Badan Gizi Nasional (BGN), terutama setelah munculnya kasus dugaan keracunan yang menimpa ratusan santri.
“Apabila yang 31 belum izin, sementara tak suruh berhenti dulu. Yang sudah ada izinnya seperti ini lagi, apalagi yang enggak ada perizinannya,” tegasnya.
Subandi mengatakan persoalan mekanisme dan tata kelola MBG sepenuhnya menjadi kewenangan BGN. Pemerintah daerah, kata dia, lebih fokus pada penanganan para korban yang menjalani perawatan medis.
Baca Juga: Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo
Dari data terbaru Pemkab Sidoarjo, sebanyak 516 pasien tercatat terdampak dalam peristiwa tersebut. Sebanyak 427 pasien telah diperbolehkan pulang, sementara 88 pasien masih menjalani perawatan dan satu orang masih dalam tahap observasi.
“Insyaallah pasien tertangani dengan baik,” ujarnya.
Namun, Subandi menilai kasus ini tidak boleh dianggap sebagai insiden biasa. Ia meminta BGN Pusat melakukan pengawasan ekstra terhadap seluruh SPPG, khususnya untuk mencegah peristiwa serupa kembali terjadi.
“Tadi kita sampaikan kepada BGN Pusat, jadi betul-betul ada pengawasan yang ekstra. Jangan sampai terjadi hal-hal yang seperti ini lagi,” katanya.
Menurut Subandi, kasus dugaan keracunan massal di Tanggulangin harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola MBG di Kabupaten Sidoarjo.
Ia menegaskan pemerintah daerah tidak bermaksud menghambat program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Namun, pelaksanaan program harus berjalan dengan tata kelola yang ketat agar tujuan memberikan makanan bergizi tidak justru berubah menjadi ancaman kesehatan bagi para penerimanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Gubernur Khofifah Terima Audiensi PT Wiraraja Madura Internasional dan Delegasi Investor Kawasan
-
Dipecat PDIP Usai Kunjungi Jokowi, Achmad Hidayat Singgung Eri-Armuji
-
Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan
-
Mimpi Ekspor ke Swedia Pupus, Gudang Kerajinan Jati di Ngawi Terbakar Hebat
-
Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang