Ronald Seger Prabowo
Kamis, 05 November 2026 | 15:51 WIB
Ilustrasi-Warga Negara Indonesia (WNI) nyaris direkrut untuk bergabung dengan militer Rusia. [Suara.com/Syahda]
Baca 10 detik
  • Pria asal Tulungagung berinisial SA batal berangkat menjadi tentara bayaran di Rusia setelah curiga bonus janjinya tidak diberikan.
  • SA menemukan tawaran bergaji besar di Instagram dan diarahkan berangkat ke Turki menggunakan dokumen wisata oleh agensi.
  • Korban meminta perlindungan kepada Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia sebelum akhirnya dipulangkan kembali ke keluarganya.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan luar negeri dengan gaji fantastis, terlebih jika proses perekrutannya tidak melalui jalur resmi. Tawaran pekerjaan sebagai tentara bayaran di wilayah konflik juga memiliki risiko keselamatan yang sangat serius.

Candra mengimbau masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri agar memastikan legalitas perusahaan perekrut, kejelasan kontrak, negara tujuan, serta jenis pekerjaan yang ditawarkan.

Ia mengingatkan, tawaran pekerjaan melalui jalur tidak resmi berpotensi menjadi pintu masuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

"Silakan kalau mau bekerja di luar negeri,

Load More