Kasus Mahasiswa Unitomo yang DItuduh Mesum Selesai, Kedua Pihak Berdamai

Chandra Iswinarno
Kasus Mahasiswa Unitomo yang DItuduh Mesum Selesai, Kedua Pihak Berdamai
Rektor Unitomo Bachrul Amiq. [Suara.com/Dimas Angga P]

Pihak Rektorat Unitomo Surabaya bakal memasang beberapa CCTV untuk mengawasi tidak terjadi lagi hal serupa.

Suara.com - Kasus dugaan mesum yang menimpa dua mahasiwa Universitas Dr Soetomo (Unitomo) oleh Wakil Rektor IV kampus tersebut dinyatakan selesai, setelah kedua belah pihak berdamai.

Petinggi kampus tersebut menyatakan meminta maaf kepada kedua mahasiswa yang dituduh mesum di hadapan awak media. Permohonan maaf tersebut disampaikan Rektor Unitomo Bachrul Amiq dan Wakil Rektor (Wakrek) IV Unitomo Meithiana Indrasari Yunus di ruang proklamasi, Senin (9/9/2019) sore.

"Ini adalah kesalahpahaman, kami tidak pernah menganggap mereka mesum juga. kami clear menyataakan percaya bahwa mahasiswa tidak berbuat tindakan asusila," ujar Bachrul.

Menurut Bachrul, kedua mahasiswa tersebut hanya lalai dan tertidur di ruang sekretariat setelah kelelahan mempersiapkan kegiatan program pengenalan kehidupan mahasiswa baru (PKKMB).

Bachrul menegaskan pengambilan video oleh Warek IV Unitomo Surabaya digunakan untuk konsumsi internal atau rektorat. Tujuannya untuk mengambil langkah-langkah penertiban dan keamanan kampus.

"Jadi sudah clear, semoga bisa diambil hikmahnya terutama penggunaan media sosial, kita mesti lebih berhati dalam menggunakannya," imbuhnya.

Agar tidak mengulangi hal ini, pihak Rektorat Unitomo Surabaya bakal memasang beberapa CCTV untuk mengawasi tidak terjadi lagi hal serupa.

"Hal ini karena ada berbagai informasi bahwa di lingkungan UKM (unit kegiatan mahasiswa) itu ada tindakan yang berpotensi sebagai masalah, terutama kejadian di malam hari, misalnya berantem, minuman keras, atau tindakan laki perempuan yang diluar keinginan kita sebagai orang tua," ujarnya.

Sementara, seorang korban, Ahmad Mukti menyampaikan sudah menerima permintaan maaf dari Warek IV dan juga rektorat.

"Dari hasil pertemuan ini kami sama-sama saling minta maaf. Saya pribadi dengan legowo meminta maaf, dan saya memberi maaf," katanya.

Meski begitu, Ahmad menyayangkan pemberlakuan jam malam karena masalah tersebut.

"Kalau bisa enggak perlu ada jam malam," tegasnya.

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS