Sehari Raup Rp 1 Juta, Sindikat Pembobol Gojek Pakai Restoran Fiktif

"...Menggunakan akun Gobiz telah memiliki tiga akun restoran fiktif yang digunakan sebagai sarana penarikan uang dari Go Food," jelas Arman.

Agung Sandy Lesmana
Jum'at, 25 Oktober 2019 | 15:42 WIB
Sehari Raup Rp 1 Juta, Sindikat Pembobol Gojek Pakai Restoran Fiktif
Para tersangka kasus pembobol layanan Go Food saat dirilis Polda Jatim. (Suara.com/Achmad Ali).

SuaraJatim.id - Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim membongkar sindikat pembobol point Go Food. Modusnya, pelaku menggunakan orderan fiktif lewat aplikasi pesan makanan.

Kekinian, polisi telah menetapkan enam tersangka untuk mempertanggungkawabkan perbuatannya. Mereka berinisial MZ, FG, RJS, AA, TS dan AR.

"Kita sudah mengamankan enam orang yang kami jadikan tersangka dan ditahan. Selain enam tersangka, kita juga masih mengembangkan kasus ini," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Jumat (25/10/2019).

Sindikat kasus pembobol layanan Go Food saat dirilis Polda Jatim. (Suara.com/Achmad Ali).
Sindikat kasus pembobol layanan Go Food saat dirilis Polda Jatim. (Suara.com/Achmad Ali).

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus AKBP Arman Asmara menjelaskan, kasus ini terungkap setelah petugas cyber patrol Polda Jatim bekerjasama dengan Gojek mencurigai transaksi Go Food di beberapa warung dengan nominal yang mencurigakan.

Baca Juga:Pelaku Penipuan Bermodus Bebaskan Seseorang di Rutan Polda Diringkus Polisi

Barang bukti kasus pembobol layanan Go Food saat dirilis Polda Jatim. (Suara.com/Achmad Ali).
Barang bukti kasus pembobol layanan Go Food saat dirilis Polda Jatim. (Suara.com/Achmad Ali).

Setelah ditelusuri, melalui barang bukti dan digital forensik, petugas mendapati adanya akun restoran fiktif di antaranya Terminal Gorengan, Makaroni Su'eb RJS dan Cendol Dawet.

"Yang membuat akun restoran itu tersangka MZ dan AA. Menggunakan akun Gobiz telah memiliki tiga akun restoran fiktif yang digunakan sebagai sarana penarikan uang dari Go Food," jelas Arman.

Barang bukti kasus pembobol layanan Go Food saat dirilis Polda Jatim. (Suara.com/Achmad Ali).
Barang bukti kasus pembobol layanan Go Food saat dirilis Polda Jatim. (Suara.com/Achmad Ali).

Sedangkan tersangka FS, TS, AR dan JA, lanjut Arman, bertugas membuat akun pelanggan fiktif untuk memesan orderannya.

"Jadi akun customer fiktif ini yang nantinya membuat order fiktif menggunkan aplikasi Gopay dengan menggunakan voucher diskon yang ada di aplikasi Gojek. Dengan cara itu, customer tidak perlu membayar tapi Go Food yang dirugikan karena harus membayar ke warung fiktif," terangnya.

Kegiatan ini, kata Arman, sudah berjalan selama selama kurang lebih tiga bulan dengan keuntungan per hari Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta.

Baca Juga:Ungkap Kasus Hak Cipta, Sejumlah Musisi Dukung Penindakan Polda Jatim

"Kegiatan ini sudah berjalan sejak bulan Juli 2019. Keuntungan per hari yang didapat mencapai 600 ribu sampai 1 juta," pungkasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini