Aksi Cabut RUU di Surabaya, Massa Tuntut Keterbukaan Informasi di Papua

Seorang perwakilan AMP menyampaikan Rakyat Papua juga peduli dengan kondisi bangsa yang terancam oligarki. Untuk itu mereka turut serta dalam aksi ini untuk membuktikannya.

Chandra Iswinarno
Senin, 28 Oktober 2019 | 19:03 WIB
Aksi Cabut RUU di Surabaya, Massa Tuntut Keterbukaan Informasi di Papua
Aliansi Persatuan Perjuangan Rakyat, Mahasiswa dan Buruh aksi di depan Kantor Gubernur Jatim. [Suara.com/Arry Saputra]

SuaraJatim.id - Aliansi Persatuan Perjuangan Rakyat yang terdiri dari elemen buruh dan mahasiswa menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Jawa Timur pada Senin (28/10/2019). Bahkan, Aliansi Mahasiswa Papua juga turut serta dalam aksi ini.

Massa terlihat membawa poster bertuliskan dukungan terhadap Veronika Koman hingga isu-isu yang terjadi di Papua seperti 'We are Veronica Koman', 'Vero Our Hero', Buka Akses Jurnalis di Papua', dan 'Bebaskan Tanpa Syarat Tahanan Politik Papua'.

Seorang perwakilan AMP menyampaikan Rakyat Papua juga peduli dengan kondisi bangsa yang terancam oligarki. Untuk itu mereka turut serta dalam aksi ini untuk membuktikannya.

"Kita dari Aliansi Mahasiswa Papua bergabung di sini, kami menunjukan bahwa kami memang peduli pada rakyat yang tertindas," kata dia melalui pengeras suara.

Baca Juga:Gara-gara Peristiwa Grahadi, Aksi Lanjutan Surabaya Menggugat Batal Digelar

Tuntutan yang di bawa massa ini berupa desakan ke pemerintah Indonesia untuk mencabut segala RUU yang merugikan rakyat serta pelemahan terhadap KPK. Tuntutan lainnya berupa penuntasan kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Papua sejak 1961 hingga saat ini.

"Peristiwa yang terjadi di Papua masih sangat segar diingatan kita, peristiwa pelanggaran HAM yang terjadi sejak 1961 hingga sekarang," ungkapnya.

Selain itu, massa juga meminta pemerintah untuk memberikan akses dan keterbukaan informasi kepada jurnalis di Papua. Pemerintah juga dituntut untuk segera membebaskan aktivis kemanusiaan.

"Papua tidak sedang baik-baik saja, masih gelap dari dunia informasi, akses jurnalis dibatasi. Aktivis yang sadar dan bersolidaritas dengan rakyat Papua malah dikriminalisasi oleh negara. Segera tarik aparat militer yang ada di Papua dan Papua Barat," ucapnya.

Kontributor : Arry Saputra

Baca Juga:Pengamat Politik: Gerakan Aksi Mahasiswa Harus Dilakukan Kontinyu

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak