Indeks Terpopuler News Lifestyle

Identitas Mayat Perempuan yang Membusuk di Kamar Kos Pria Masih Misterius

Chandra Iswinarno Senin, 02 Desember 2019 | 21:39 WIB

Identitas Mayat Perempuan yang Membusuk di Kamar Kos Pria Masih Misterius
Kamar kos tempat ditemukannya korban (terpasang garis polisi) di Jalan Panglima Sudirman Gang 16, RT 005/RW 003 Kelurahan Sudimoro Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik, Senin (2/12/2019). [Suara.com/Topan Kumara]

Ketua RT setempat, M Yakin mengatakan hanya mengetahui informasi dari pemilik kos mengenai temuan jasad perempuan yang meninggal sekitar pukul 17.30 WIB.

SuaraJatim.id - Temuan mayat seorang wanita yang membusuk dalam kamar indekos yang berada di Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik pada Minggu (1/12/2019) hingga kini masih menjadi misteri.

Lantaran penghuni indekos yang berada di Jalan Panglima Sudirman Gang 16 RT 005/RW 03 Kelurahan Sidomoro tidak mengetahui identitas korban.

Ketua RT setempat, M Yakin mengatakan hanya mengetahui informasi dari pemilik kos mengenai temuan jasad perempuan yang meninggal sekitar pukul 17.30 WIB. Mendapat laporan tersebut, ia langsung melaporkan kejadian itu ke polisi.

"Kemarin sudah langsung dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina oleh polisi. Korban diketahui sekitar pukul 17.30 WIB. Identitasnya tidak ada," kata Yakin.

Setelah itu, Yakin juga melaporkan peristiwa itu kepada pihak kelurahan pada Senin (2/12/2019).
Yakin mengatakan jasad korban kali pertama ditemukan pemilik kos Muhani (85) yang kebetulan akan memeriksa kamar kos karena ada orang baru yang ingin kos.

Setelah sampai di depan kamar, pemilik kos curiga dengan terciumnya bau busuk dari dalam kamar korban dan mengira di dalam kamar tersebut ada bangkai hewan.

"Pintu kamar kos hendak dibuka dengan kunci cadangan, pintu sudah terkunci dari luar dengan sebuah gembok. Kemudian terpaksa dibuka dengan cara dipalu. Begitu dicek ke dalam saksi pun kaget karena melihat adanya mayat yang sudah membusuk," kata Yakin.

Sementara itu, Yakin menyebut tidak ada identitas apapun yang ditemukan. Bahkan pihak pemilik kos tidak memberikan data seperti KTP atau KK siapa saja yang menempati kamar kos.

"Tidak ada data korban, Saya pernah meminta data atau identitas penghuni kos tapi Pak Muhani tidak pernah memberikan, malah saya yang disuruh meminta kepada mereka," katanya.

Kemudian, Yakin meminta kepada Wawan anak kedua Muhani untuk segera meminta data identitas penghuni kos. Menurutnya, saat ini ada 11 penghuni yang menempati kamar indekos dari 22 kamar kos yang ada.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait