facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kewalahan Tangani Pasien Corona, RSU Soetomo Minta Tambahan Tenaga Medis

Chandra Iswinarno Rabu, 24 Juni 2020 | 14:08 WIB

Kewalahan Tangani Pasien Corona, RSU Soetomo Minta Tambahan Tenaga Medis
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat mengunjungi RSU dr Soetomo Surabaya, Rabu (24/6/2020).[Istimewa]

Kebutuhan penambahan tenaga medis tersebut disampaikan atas permintaan Direktur Utama RSU dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi.

SuaraJatim.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengaku akan segera mengirim bantuan dokter umum dan perawat untuk RSU dr Soetomo Surabaya. Rencananya ia akan mengirimkan 130-an lebih tenaga medis yang akan diperbantukan di RS milik Pemprov Jatim tersebut.

"Saya selaku Menteri Kesehatan akan segera mendorong kebutuhan dokter umum maupun perawat 88 orang, dokter umum 58 orang akan kami dorong segera. Gelombang pertama yang kami dorong adalah dokter, kemudian baru perawat," kata Terawan saat melakukan kunjungan di RSU dr Soetomo, Rabu (24/6/2020).

Kebutuhan penambahan tenaga medis tersebut disampaikan atas permintaan Direktur Utama RSU dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi. Alasannya karena tenaga medis sudah kewalahan menangani pasien Covid-19 lantaran jumlahnya terus bertambah setiap hari.

"Ini akan segera kami dorong agar Rumah Sakit dr Soetomo bisa lebih ringan dalam menangani pasien. Kita ingin relaksasi terjadi, dan kita sudah buat protokol supaya relawan nggak positif," ujarnya.

Baca Juga: Waduh! 19 PNS Pemprov Jatim Positif Corona, 218 Lainnya Reaktif

Terawan mengemukakan, meski penanganan Covid-19 di Jatim cukup bagus, namun ia tetap meminta relaksasi agar penanganan pasien Covid-19 bergejala ringan atau tidak ada gejala (OTG) bisa dirawat di rumah sakit lapangan atau isolasi mandiri.

"Saya minta untuk ada relaksasi supaya dipisahkan siapa yang berat dan berat sekali, sama ringan sedang. Supaya rumah sakit bisa konsentrasi pasien berat dan berat sekali supaya banyak yang bisa di selamatkan," ucapnya.

Sementara itu, Joni mengatakan hal tersebut menjadi perhatian untuk bisa mengantisipasi terjadinya penyebaran virus terhadap para tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan nyawa pasien Covid-19.

Apalagi, baru-baru ini dikabarkan adanya 12 dokter yang tengah mengikuti Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) positif Covid-19.

“Saya mohon bantuan tenaga kesehatan, tentang jumlah dan materinya sedang kami pertimbangkan. Ini penting untuk membantu kami, karena biar tenaga kami hanya masuk empat jam terus gantian supaya tidak kelelahan,” katanya.

Baca Juga: Jemput Paksa Jasad Pasien Corona, 4 Bersaudara di Jatim Reaktif Covid-19

Kontributor : Arry Saputra

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait