Viral Duda Muda Nikahi Nenek 8 Cicit Berusia 71 Tahun di Nganjuk

Pebriansyah Ariefana
Viral Duda Muda Nikahi Nenek 8 Cicit Berusia 71 Tahun di Nganjuk
Nuryani (36) dan Yatemi (71) menunjukkan buku nikah, Kamis (25/6/2020). Pernikahan keduanya sempat viral di media sosial. (Suara.com/Usman)

Pernikahan itu berlangsung di Dusun/Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

SuaraJatim.id - Seorang duda muda, Nuryani yang berusia 36 tahun menikahi seorang nenek berusia 71 tahun yang mempunyai 12 cucu dan 8 cicit. Pernikahan itu berlangsung di Dusun/Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Pernikahan ini viral di media sosial. Nenek itu bernama Yatemi. Kabar pernikahan Yani-Yatemi salah satunya viral di Grup Facebook INFO WONG NGANJUK. Adalah akun @Mas An yang turut mengabarkan pernikahan kedua pasangan itu. Terkini postingan @Mas An dikomentari 812 kali dan dibagikan 264 akun.

"Pernikahan unik terjadi di Nganjuk, seorang berusia 36 tahun menikahi seorang nenek 71 tahun," tulis @Mas An dalam postingannya seperti dilihat SuaraJatim.id, Kamis (25/6/2020).

Suarajatim.id mengecek kebenaran viralnya pernikahan tersebut dengan memadatangi kediaman Nuryani-Yatemi di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Nganjuk. Baik Nuryani dan Yatemi membenarkan postingan yang viral tersebut.

"Ya (tanggapan mengenai viralnya pernikahan) biasa saja. Senang, malah senang bisa ramai-ramai," ucap Nuryani kepada suarajatim.id.

Nuryani (36) dan Yatemi (71) menunjukkan buku nikah, Kamis (25/6/2020). Pernikahan keduanya sempat viral di media sosial. (Suara.com/Usman)
Nuryani (36) dan Yatemi (71) menunjukkan buku nikah, Kamis (25/6/2020). Pernikahan keduanya sempat viral di media sosial. (Suara.com/Usman)

Prosesi ijab kabul pasangan Nuryani-Yatemi berlangsung di kediaman Yatemi, di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Nganjuk, pada Kamis (11/6/2020) sekitar pukul 10.00 WIB. Ratusan orang hadir dalam prosesi suci tersebut.

Tak hanya warga sekitar, pejabat setempat seperti Camat dan Kapolsek Ngetos serta Kades Kepel juga menghadiri prosesi ijab kabul. Sontak kedatangan para pejabat itu membuat warga heboh, sehingga memantik mereka merduyun-duyun ke lokasi.

Mulanya Nuryani khawatir kedatangan para pejabat yang tak diundang itu bertujuan untuk membubarkan prosesi, mengingat ijab kabul tersebut berlangsung di masa pendemi Covid-19. Namun dugaan Nuryani keliru.

"Saya nggak tahu sama sekali (siapa yang mengundang para pejabat). Saya pas ijab kabul itu didata. Saya kaget karena banyak polisi, padahal saya nggak ngundang sama sekali," cerita Nuryani yang merupakan duda beranak 1 itu.

"Ternyata dugaan saya salah. Tanggapan para pejabat malah positif. Pak Camat (Ngetos), Ibu Lurah (Kepel), dan Pak Polisi senang sekali. Katanya pernikahan ini perlu ditiru, jangan melangsungkan pernikahan di bawah umur," lanjutnya.

Nuryani (36) dan Yatemi (71) menunjukkan buku nikah, Kamis (25/6/2020). Pernikahan keduanya sempat viral di media sosial. (Suara.com/Usman)
Nuryani (36) dan Yatemi (71) menunjukkan buku nikah, Kamis (25/6/2020). Pernikahan keduanya sempat viral di media sosial. (Suara.com/Usman)

Menurut Nuryani, pernikahan dini memang masih menjadi persoalan pelik di Desa Kepel. Tak jarang anak seumuran sekolah menengah pertama (SMP) sudah melangsungkan pernikahan.

"Makanya dari Pak Camat, Pak Kapolsek (bilang) ya pernikahan seperti ini diperlukan, perlu dikembangkan pernikahan yang begini. (Pernikahan) jangan hanya dibuat main-main," tuturnya.

Karena berlangsung di masa pandemi Covid-19, prosesi ijab kabul Nuryani-Yatemi dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan sebagaimana anjuran pemerintah. Seperti membatasi jarak antarwarga yang menghadiri prosesi.

"Kami mengikuti arahan (aparat), arahannya jarak (tamu) dibatasi satu meter. Kalau salaman antar temanten (pengantin) silakan, karena juga kewajiban pernikahan," pungkas Nuryani.

Kontributor : Usman Hadi

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS