alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Eri-Armuji Kembali Tekuk Machfud-Mujiaman di Survei Pilkada Surabaya

Pebriansyah Ariefana Jum'at, 30 Oktober 2020 | 17:36 WIB

Eri-Armuji Kembali Tekuk Machfud-Mujiaman di Survei Pilkada Surabaya
Eri Cahyadi - Armuji saat teken kontrak dukungan sama Pemuda Pancasila Surabaya (Foto: Dimas Angga)

Machfud Arifin merupakan nama yang paling banyak dikenal dengan persentase 74,0 persen.

SuaraJatim.id - Lembaga survei independen kembali mempublikasikan hasil surveinya menyongsong Pilkada Surabaya 9 Desember mendatang. Hasilnya Eri-Armuji Kembali Ungguli Machfud-Mujiaman.

Lembaga survei bernama Populi Center tersebut telah melakukan survei sejak 6-13 Oktober 2020 dengan sebanyak 800 responden yang dipilih secara acak bertingkat. Dengan margin of error pada survei kali ini sebesar 4,0 persen dengan tingkat kepercayan 95 persen.

Peneliti Populi Center, Hartanto Rosojati, merinci sejumlah temuan dari hasil survei tersebut. Pertama, Machfud Arifin merupakan nama yang paling banyak dikenal dengan persentase 74,0 persen, diikuti oleh Eri Cahyadl dengan 68,8 persen, Armuji dengan 55,0 persen dan Mujiaman Sukirno 50,2 persen.

Kedua, nama Eri Cahyadi unggul untuk kategori akseptabilitas sebagai sosok yang mampu mernbawa perbaikan, sosok yang disukai, sering muncul di media sosial, paling memahami persoalan di kota Surabaya, dan dinilai paling mampu menangani COVID-19.

Ketiga, dari sisi elektabilitas pasangan calon, Eri Cahyadi-Armuji merupakan pasangan yang paling dipilih menjadi wali kota dan wakil wali kota Surabaya periode mendatang dengan 41,0 persen, mengungguli pasangan Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno dengan persentase 37,7 persen. Adapun yang tidak menjawab 21,3 persen.

“Jadi secara popularitas Pak Machfud Arifin lebih unggul, tapi elektabilitasnya masih kalah dibanding Pak Eri Cahyadi,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk tingkat partisipasi, sebesar 80,7 persen mengaku akan menggunakan hak pilihnya. sebesar 14,2 persen menjawab masih mempertimbangkan situasi perkembangan COVID-19. Kemudian sebesar 23 persen menjawab tidak datang ke TPS.

“Hal ini menunjukkan bahwa antusianisme dan tingkat partisipasi (voters turnout) warga kota Surabaya cukup tinggi,” ujarnya.

Menurut peneliti lainnya, Jefri Adriansyah menyebut bahwa angka yang diperoleh paslon nomor 1 sangat meyakinkan dibandingkan lawannya Machfud Arifin-Mujiaman. Karena kemunculan paslon Eri-Armuji sangat pendek dibanding Machfud Arifin-Mujiaman yang muncul jauh-jauh hari.

"Saya cukup kaget karena suara Eri-Armuji bisa mengimbangi Pak Machfud yang sejak Januari sudah melakukan laras maju Pilwali Surabaya. Banyaknya partai yang mengusung Pak Machfud tak memberikan efek yang signifikan," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait