facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wow! ITS Pecahkan Masalah Air Bersih di Lamongan Dengan Filter Batok Kelapa

Muhammad Taufiq Jum'at, 06 November 2020 | 09:17 WIB

Wow! ITS Pecahkan Masalah Air Bersih di Lamongan Dengan Filter Batok Kelapa
Tim Pengabdian Masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Lamongan (06/11/2020)

Tim Pengabdian Masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang filter air berbahan dasar tempurung kelapa.

SuaraJatim.id - Ketersediaan air bersih sangatlah penting bagi kehidupan Manusia. Namun banyak masyarakat masih sulit mengakses air bersih itu. Penyebabnya banyak, salah satunya pencemaran.

Oleh sebab itu, Tim Pengabdian Masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang filter air berbahan dasar tempurung kelapa.

Mengambil lokasi penelitian di Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, di mana masyarakat menemui masalah pencemaran air dan kesulitan dalam proses penyaringan atau filterisasi air.

Bagi masyarakat tersebut, air sumur merupakan tumpuan utama untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Saat musim kemarau tiba, air sumur menjadi payau dan membuat masyarakat beralih memanfaatkan aliran air dari Sungai Bengawan Solo.

Baca Juga: Penantian 15 Tahun, Air Bersih Mengalir di Dumai Saat Momen Sumpah Pemuda

Sistem filter air bersih buatan mahasiswa ITS
Sistem filter air bersih buatan mahasiswa ITS

Dosen Departemen Fisika ITS Linda Silvia MSi, penggagas program Abmas ini menuturkan, masih banyaknya endapan lumpur yang terbawa dari air sungai membuat masyarakat harus melakukan proses penyaringan terlebih dahulu.

Tak hanya itu, limbah pabrik dan limbah rumah tangga yang sengaja dibuang ke aliran Sungai Bengawan Solo menambah panjang rentetan masalah yang harus dihadapi demi mendapat air bersih.

"Masyarakat masih menggunakan sistem pengendapan sederhana, sehingga perlu waktu sampai 24 jam menunggu lumpur mengendap," ungkap Linda, Kamis (5/11/2020).

Hal itu tentunya cukup menyulitkan masyarakat, karena kebutuhan air bersih begitu banyak dan mendesak. Sehingga seringkali air yang masih mengandung endapan lumpur dan berwarna kecoklatan disalurkan begitu saja ke rumah warga.

Alumnus Departemen Fisika ITS tersebut kemudian berinisiatif membuat filter air yang lebih efektif dan efisien untuk mengatasi permasalahan air bersih ini. Ia memanfaatkan tempurung kelapa sebagai bahan dasar karbon aktif dalam filter air tersebut.

Baca Juga: Bikin Riset Tentang Endapan Kapur, Film Najwa Raih Penghargaan Kemendikbud

"Tempurung kelapa harganya murah, ketersediaannya di alam juga melimpah," jelasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait