Sedih! Si Kembar Selamat, Tapi Ayah-Ibu Tertimbun Longsor di Nganjuk

Ada banyak cerita dari setiap tragedi atau musibah bencana alam. Termasuk musibah bencana longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jatim.

Muhammad Taufiq
Selasa, 16 Februari 2021 | 16:49 WIB
Sedih! Si Kembar Selamat, Tapi Ayah-Ibu Tertimbun Longsor di Nganjuk
Yatemi dan dua cucu kembarnya korban longsor Ngetos Nganjuk Jawa Timur [Foto: Beritajatim]

SuaraJatim.id - Ada banyak cerita dari setiap tragedi atau musibah bencana alam. Termasuk musibah bencana longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Seperti dialami dua bocah kembar identik bernama Jopansah dan Jopinsah ini. Kisah pilu dua bocah umur enam tahun ini mewarnai tragedi pilu tanah longsor tersebut. Keduanya selamat saat musibah terjadi.

Namun malangnya, kedua orangtua mereka yakni Sukarman dan Fatin Julaikah sampai sekarang masih hilang. Diduga keduanya terpendam dalam material longsoran.

Yatemi, nenek dua bocah kembar itu, mengatakan saat bencana terjadi cucunya tengah bermain di rumah tetangganya. Sementara ibunya, Fatin Julaikah membersihkan genangan air banjir di rumahnya.

Baca Juga:Hari Kedua Evakuasi Korban Longsor Ngetos Nganjuk, 10 Orang Masih Terpendam

"Saya mendengar suara ses ses ses, tiba-tiba rumah yang kami tempati terkena reruntuhan tanah," kata Yatemi, seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Selasa (16/02/2021).

Ia mengaku tidak mendengar bunyi sirine tanda bahaya sebab saat kejadian listrik padam dan hujan turun dengan lebat sekali.

Yatemi berhasil menyelamatkan diri dari maut. Dia bersembunyi di kamar mandi. Karena kebingungan, perempuan 52 tahun itu pun kemudian berteriak-teriak meminta pertolongan.

"Saya ditolong oleh warga. Dievakuasi dari dalam rumah. Saat itu bangunan rumah saya sudah ambruk. Tapi tidak ada luka sama sekali," ujar Yatemi mengenang tragedi itu sambil menggendong cucunya.

Jopansah dan Jopinsah juga selamat. Tetapi Yatemi sangat bersedih, karena sampai kini anak perempuan dan menantunya (orang tua si kembar) belum ditemukan. Yatemi berharap agar anaknya dapat ditemukan.

Baca Juga:Video Bencana Longsor dan Banjir di Nganjuk, Kampung Rata Dengan Tanah

Sementara itu, proses pencarian pada hari kedua ini, Selasa (16/2/2021) kembali membuahkan hasil. Dua jenazah ditemukan dari lokasi.

Dengan temuan baru, maka total korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 13 orang. Terdiri dari, 11 orang meninggal dunia dan dua orang selamat. Evakuasi oleh Tim SAR gabungan terus dilakukan untuk mencari delapan orang korban lainnya yang masih hilang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak