Lantaran korban takut, jika kartu ATM nya tertelan mesin. Akhirnya ia menekan tombol cancel untuk membatalkan transaksi. Dan selanjutnya korban menghubungi Call Centre Bank namun tak diangkat.
Akhirnya Ia memutuskan ke Bank yang berada di sebelah Hotel Luminor. Saat sampai di parkiran bank sebelah Luminor, Iskak terkejut. Karena mendapatkan SMS jika ada transaksi penarikan sampai 10 kali dengan total Rp 9.750.000.
Korban pun menemui satpam bank untuk melakukan pemblokiran karena bank sudah tutup. Satpam bank ikut bantu telpon ke call centre namun tidak diangkat.
"Akhirnya, uang saya yang tersimpan dalam tabungan habis, hanya sisa 100 ribu. Setelah terakhir ada SMS masuk, dengan keterangan transaksi transfer dua kali, dengan nilai Rp 27 juta," katanya.
Baca Juga:WNA Ilegal Asal Yordania 2 Tahun Sembunyi dan Nyabu di Apartemen Sidoarjo
Ketua KPUD Sidoarjo itu mengingatkan jika mengambil uang di mesin ATM dan kartu ATM tidak bisa masuk, dan ada orang yang sok pahlawan yang bersedia membantu diabaikan saja. Lebih baik tunda transaksi atau pindah tempat.
"Cukup saya, saja yang menjadi korban terakhir, yang lainnya jangan," tuturnya.
Selanjutnya korban melaporkan kejadian itu ke Mapolresta Sidoarjo, guna tindakan lebih lanjut.
Kasubbag Humas Polresta Ipda Tri Novi Handono menyebutkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dengan kerugian korban mencapai Rp 36,8 juta. Dan perkara ini dalam proses, penyelidikan pihak Satreskrim Polresta Sidoarjo. “Iya sudah laporan, dan dalam proses penyelidikan,” tegasnya.
Seperti diketahui, sebulan yang lalu, tepatnya Selasa (18/1/2021) Rahayu warga Perum Pondok Jati, Pagerwojo Buduran Sidoarjo, juga menjadi korban komplotan ganjal ATM tersebut. Dan berhasil membobol uang korban sebanyak Rp 62 juta Rahayu.
Baca Juga:Acungkan Celurit, ABG Gangster Sidoarjo Diciduk Polisi