alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Banyak Warga Mati, Wakil RW di Sidoarjo Ini Ragukan Efektivitas PPKM Mikro

Muhammad Taufiq Kamis, 18 Februari 2021 | 18:28 WIB

Banyak Warga Mati, Wakil RW di Sidoarjo Ini Ragukan Efektivitas PPKM Mikro
Ilustrasi pemakaman jenazah akibat Covid-19. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Peran Satgas Covid-19 dalam penanganan dan pencegahan penularan virus corona ini dipertanyakan oleh warga Desa Wage, Kecamatan Taman, Sidoarjo.

SuaraJatim.id - Peran Satgas Covid-19 dalam penanganan dan pencegahan penularan virus corona ini dipertanyakan oleh warga Desa Wage, Kecamatan Taman, Sidoarjo.

Keluhan itu disampaikan oleh Nurhadi selaku Wakil Ketua RW V Desa Wage. Sebab warga di desa itu banyak yang mati setelah dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Ia mengatakan, dari banyaknya kasus warga meninggal, masih belum ada perhatian dari Satgas untuk mengambil langkah kongkret melakukan antisipasi terjadinya sebaran virus tersebut.

"Yang diharapkan dari warga kami khususnya warga RT01, 02 dan 03, hendaknya masalah pandemik ini dapat perhatian khusus. Mengingat korban selama 2 bulan ini yang terpapar sudah cukup banyak. Penyemprotan dari tim gugus tugas desa hanya asal-asalan," terang Nurhadi melalui pesan WhatsApp, Kamis (18/2/2021).

Baca Juga: Ketua KPUD Sidoarjo Korban Komplotan Ganjal ATM, Tabungan Sisa Rp 100 Ribu

Nurhadi menyebut bahwa penyemprotan disinfektan hanya dilakukan satu kali dalam kurun waktu dua bulan. Sedangkan korban yang positif terpapar semakin hari semakin banyak. Bahkan selama dua bulan terakhir, sudah ada 5 warga meninggal dunia.

Selain itu, untuk penyemprotan disinfektan dan APD ringan seperti masker dan hand sanitizier disiapkan dari swadaya sendiri. Bahkan penerapan kampung tangguh dan lumbung pangan, juga murni dari urunan warga.

"Kami hanya ingin ada perhatian bukan minta bantuan. Memang pernah satu minggu tim tracing dari Puskesmas Kecamatan Taman datang. Tapi tindak lanjut sampai saat ini, mbok yo disemprot ulang dengan apa atau beberapa warga di test rapid atau warga yang manula diberikan bantuan vitamin atau sekedar bimbingan. Hal itu sangat diperlukan warga," kata pensiunan polisi tersebut.

Di samping itu, terkait alur rujukan pasien terpapar Covid-19 Nurhadi juga menilai bahwa puskesmas setempat tidak optimal dalam menanggapi aduan warga.

"Ibu RW sudah lapor ke Puskesmas Taman karena ada korban lagi malah disuruh datang membawa sendiri ke RS, padahal korban di sini tidak ada keluarga, warga hanya ingin menolong dengan biaya patungan," imbuh Nurhadi.

Baca Juga: WNA Ilegal Asal Yordania 2 Tahun Sembunyi dan Nyabu di Apartemen Sidoarjo

Nurhadi menambahkan, ditengah gembar-gembornya penerapan PPKM Mikro, menurutnya hal tersebut bisa menjadi perhatian khusus untuk nilai dasar satgas Covid-19 Sidoarjo dalam menekan angka sebaran yang masih terus bertambah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait