alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pengangguran Tertinggi di Jawa Timur Ada di Kabupaten Sidoarjo, Kok Bisa?

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Sabtu, 05 Juni 2021 | 06:07 WIB

Pengangguran Tertinggi di Jawa Timur Ada di Kabupaten Sidoarjo, Kok Bisa?
Ilustrasi. Pengangguran Tertinggi di Jawa Timur Ada di Kabupaten Sidoarjo, Kok Bisa? [Unsplash/Josue Ramos]

DPRD Kabupaten Sidoarjo Heran Tingkat Pengangguran di Wilayahnya Tinggi

SuaraJatim.id - Jumlah Pengangguran di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur tembus sekitar 288.000 orang atau sekitar 10,98 persen. Hal itu menjadikan Kota Delta ini menduduki peringat pertama tingkat pengangguran di Jatim.

Angka itu diklaim alami kenaikan. Penyebabnya diduga akibat Pandemi Covid-19.

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Mimik Idayana mengatakan, pihaknya masih mencari tahu penyebab tingginya angka pengangguran tersebut.

“Saya masih cari tahu ini, kenapa warga daerah lain berbondong-bondong kerja disini, sedangkan warga Sidoarjo sendiri malah banyak pengangguran. Ada apa ini,” katanya dikutip dari suarajatimpost.com media jejaring suara.com, Jumat (4/6/2021).

Baca Juga: 15 Tahun Lumpur Lapindo Rendam Porong, Pemerintah Dituding Lakukan Pembiaran

Ia menambahkan, Komisi E telah berkoordinasi dengan beberapa kecamatan untuk memastikan meningkatnya angka pengangguran tertinggi di Jawa Timur dan data tersebut diketahui belum termasuk yang tidak terdata.

Pemkab Sidoarjo telah gencar mengadakan pelatihan keterampilan kerja, namun hal itu dinilainya kurang maksimal.

“Percuma, kalau mereka hanya diberi pelatihan, tapi tidak ada follow up lagi pasca dari pelatihan itu. Hanya buang anggaran. Tidak maksimal,” ujar politisi Partai Gerindra ini.

Ia melanjutkan, belum ada intervensi langsung dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Sebab, menurutnya, masalah pengangguran juga dipengaruhi dari pola pikir dan pola hidup masyarakat. Dicontohkannya ada masyarakat yang kurang giat dalam bekerja.

“Entah karena bayarannya tidak UMR, atau ada faktor lain. Ini yang kita sedang cari solusi bersama,” pungkasnya.

Baca Juga: 15 Tahun Lumpur Lapindo

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait