alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Habis Cerai, Janda Cantik di Mojokerto Gantung Diri di Jendela Kamar

Muhammad Taufiq Senin, 07 Juni 2021 | 16:39 WIB

Habis Cerai, Janda Cantik di Mojokerto Gantung Diri di Jendela Kamar
Ilustrasi Gantung Diri. [Berita Jatim]

Tragis nian nasi janda di Mojokerto Jawa Timur ini. Inisialnya VIP (25), warga Desa Waruberon, Kecamatan Balongbendo. Ia nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

SuaraJatim.id - Tragis nian nasi janda di Mojokerto Jawa Timur ini. Inisialnya VIP (25), warga Desa Waruberon, Kecamatan Balongbendo. Ia nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Korban ditemukan keluarganya mengantung di dalam kamar di rumah orang tuannya yang terletak di Desa Wonoploso, Kecamatan Gondang, kabupaten setempat. Kejadian tersebut diketahui saat kakak ipar korban hedak membangunkan korban.

Namun karena kamar dikunci dari dalam, orang tua korban meminta agar kakak iparnya mendobrak pintu kamar. Setelah pintu kamar korban berhasil dibuka paksa, korban yang berada di dalam kamar sudah meninggal dengan posisi tergantung di jendela kamar.

Kapolsek Gondang Iptu Syaiful Isro, mengatakan korban meninggal dengan cara gantung diri menggunakan alat berupa tali baju.

Baca Juga: Wak Anto Gantung Diri di Kandang Kambing, Diduga Depresi Terlilit Utang

"Tali baju motif batik warna hijau dengan panjang kurang lebih 100 cm tersebut diikatkan disela-sela kayu jendela kamar," katanya seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Senin (7/6/2021).

Masih kata Kapolsek, dari keterangan pihak Puskesmas Gondang yang melakukan visum luar tidak diketemukan luka akibat kekerasan. Ada bercak warna keunguan di beberapa bagian tubuh korban akibat dari pecahnya pembuluh darah, bukan karena terkena benda tumpul akibat tindak kekerasan.

"Dari keterangan pihak keluarga, korban sudah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri semenjak bercerai dengan suaminya. Apabila setiap ada permasalahan, emosi korban meluap tidak terkendali dan cenderung menyakiti diri sendiri. Korban mengalami depresi," katanya.

Keterangan pihak keluarga, lanjut Kapolsek, ketika sedang marah korban terbiasa merusak dan melempar barang-barang yang ada di sekitar korban. Sehingga keluarga korban tidak menghendaki untuk dilakukan otopsi dengan disertai Surat Pernyataan Keluarga.

"Korban baru bercerai dengan suaminya dan memiliki satu orang anak. Dugaan aksi tersebut dilakukan lantaran korban depresi, keluarga tidak menghendaki untuk dilakukan otopsi sehingga korban langsung dimakamkan oleh pihak keluarga," jelasnya.

Baca Juga: Pria Lansia di Sumut Ditemukan Tewas Gantung Diri

Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait