alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

WHO Kini Fokus Tekan Kasus Bunuh Diri yang Melonjak Gara-gara Covid-19

Muhammad Taufiq Jum'at, 18 Juni 2021 | 21:54 WIB

WHO Kini Fokus Tekan Kasus Bunuh Diri yang Melonjak Gara-gara Covid-19
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus [Foto: Antara]

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut satu dari seratus kematian di dunia saat ini dikaitkan dengan bunuh diri.

SuaraJatim.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut satu dari seratus kematian di dunia saat ini dikaitkan dengan bunuh diri. Dan Covid-19 diduga meningkatkan faktor bunuh diri secara global.

Pada 2019, lebih dari 700.000 orang di dunia telah tewas akibat bunuh diri. Itu sama dengan satu dari 100 kematian. Angka itu lebih tinggi dari kematian yang disebabkan oleh HIV, malaria, perang atau pembunuhan.

Padahal, pada tahun sebelum pandemi global, tingkat bunuh diri di seluruh dunia menurun di semua wilayah. Ini menurut WHO, kecuali untuk kawasan Amerika yang mengalami peningkatan 17 persen.

Namun, situasi tersebut sepertinya akan berubah saat penyebaran virus corona menyebabkan gejolak di masyarakat. Covid meningkatkan faktor bunuh diri secara global, demikian penjelasan Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Terus Melonjak, WHO Desak Indonesia Terapkan PSBB Lagi

"Perhatian kami pada pencegahan bunuh diri kini bahkan lebih penting, setelah berbulan-bulan hidup dengan pandemi COVID-19, dengan banyak faktor risiko bunuh diri -- kehilangan pekerjaan, tekanan finansial dan isolasi sosial - masih begitu banyak," kata Tedros.

WHO mengumumkan serangkaian pedoman, bernama LIVE LIFE, untuk meningkatkan pencegahan bunuh diri. WHO menekankan pentingnya peran media.

Terlebih jika mereka menggambarkan cara yang digunakan atau berfokus pada selebritas, dapat meningkatkan risiko yang disebut "bunuh diri jiplakan."

"Kita tidak bisa -- dan tidak boleh -- mengabaikan bunuh diri. Setiap bunuh diri merupakan sebuah tragedi," ucap Tedros. ANTARA

Baca Juga: Kasus Covid-19 Meroket Terus, WHO Desak Pemerintah Indonesia Perketat PSBB

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait