SuaraJatim.id - Sekelompok diplomat Afghanistan di eranya Ashraf Ghani meminta para pemimpin dunia tidak mengakui pemerintahan Taliban di Afghanistan.
Mereka mengeluarkan pernyataan bersama dan menyerukan kepada dunia. Para diplomat yang pemerintahannya digulingkan Taliban itu justru mencela para pemimpin negara sekutu mereka karena "membiarkan rakyat Afghanistan berada di bawah belas kasihan sebuah kelompok teroris."
Seperti dikutip dari Reuters, pernyataan ini dirilis ke publik dan ditandatangani oleh puluhan pejabat yang beroperasi dalam semacam upaya diplomatik.
Para diplomat Afghanistan itu kini berstatus tanpa pemerintah. Mereka diwakili kepentingan dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Turki, dan sejumlah negara lain.
Baca Juga:Wanita Afghanistan Mulai Berontak, Ramai-ramai Unggah Baju Tradisional di Twitter
Para diplomat yang menandatangani surat pernyataan dengan kata-kata keras itu semuanya berpangkat di bawah duta besar.
"Kami berkecil hati bahwa setelah 20 tahun keterlibatan, para sekutu kami meninggalkan Afghanistan dan meninggalkan rakyat kami di bawah belas kasihan kelompok teroris," demikian pernyataan para diplomat itu, dikutip dari Antara, Kamis (17/09/2021).
Surat pernyataan tersebut juga meminta para pemimpin dunia untuk menggunakan semua cara yang tersedia untuk menghentikan kekerasan Taliban terhadap perempuan, aktivis masyarakat sipil dan jurnalis.
Surat itu juga menyampaikan peringatan tentang implikasi global dari penggulingan pemerintah Afghanistan oleh Taliban.
"Keberhasilan Taliban dalam merebut kekuasaan melalui cara-cara ilegal dan kekerasan ... memberanikan kelompok teroris dan ekstremis kekerasan di seluruh dunia," tulis para diplomat Afghanistan itu.
Baca Juga:Gara-gara Taliban, Timnas Sepakbola Wanita Afghanistan Kabur ke Pakistan
Mereka juga menambahkan bahwa pengambilalihan kekuasaan dengan tindak kekerasan berarti "menormalkan kekerasan."
- 1
- 2