alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Keren! Dosen UNEJ Masuk 58 Ilmuan Asal Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia

Muhammad Taufiq Kamis, 28 Oktober 2021 | 17:56 WIB

Keren! Dosen UNEJ Masuk 58 Ilmuan Asal Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Ilmuan asal UNEJ masuk dalam daftar ilmuan paling berpengaruh asal Indonesia di dunia [Foto: Antara]

Kabar membanggakan datang dari dunia akademik. Dosen Universitas Jember (UNEJ) Profesor Bambang Kuswandi masuk dalam daftar 58 ilmuwan paling berpengaruh di dunia.

SuaraJatim.id - Kabar membanggakan datang dari dunia akademik. Dosen Universitas Jember (UNEJ) Profesor Bambang Kuswandi masuk dalam daftar 58 ilmuwan asal Indonesia paling berpengaruh di dunia.

Dosen yang juga Wakil Rektor III kampus itu tercatat masuk daftar itu versi Stanford University Amerika Serikat. Prof. Bambang merupakan guru besar dan peneliti asal Fakultas Farmasi UNEJ yang fokus pada pengembangan sistem sensor kimia dan biologi untuk obat, pangan dan kesehatan.

Bambang mengatakan, sudah ada 70 karya tulis ilmiah hasil penelitiannya mengenai sensor kimia dan biologi yang dimuat oleh berbagai jurnal ilmiah internasional.

"Alhamdulillah, tentu saja penghargaan itu menjadi penyemangat bagi saya untuk lebih giat meneliti dan bersyukur jika ternyata hasil penelitian saya dijadikan rujukan oleh peneliti lain," kata Bambang, seperti dikutip dari Antara, Kamis (27/10/2021).

Baca Juga: Dosen Non Aktif UNEJ Dituntut 8 Tahun Penjara Kasus Pecabulan, Berat Buat Pengacara

"Saya mulai meneliti sensor kimia dan biologi sejak menempuh kuliah pascasarjana di University of Manchester Institute of Science and Technology (UMIST) di Inggris tahun 1997 dan menjadikan kajian tersebut sebagai tema tesis dan disertasi," tuturnya.

Prof Bambang memilih fokus pada sensor kimia dan biologi karena aplikasinya dibutuhkan oleh masyarakat luas, sementara untuk pengembangannya tidak selalu memerlukan standar laboratorium yang canggih.

Salah satu contoh sensor kimia yang dkembangkan antara lain sensor untuk mengetahui kesegaran ikan atau produk berbasis ikan seperti fillet ikan, sehingga dengan sensor itu maka konsumen bisa mengetahui dengan gampang apakah produk yang di belinya masih segar atau sudah tidak layak konsumsi.

"Jadi sensor itu bisa ditempel di kemasan produk berbasis ikan atau bahkan daging lainnya. Jika sensor menunjukkan warna hijau maka masih segar, muncul warna merah berarti sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi," katanya.

Selain itu, lanjut dia, ada juga sensor kimia untuk mengetahui apakah ada kandungan alkohol dalam sebuah produk makanan, kemudian di bidang kesehatan mengembangkan smart pads yakni pembalut wanita yang dipasangi sensor sehingga kalau dipakai bisa menunjukkan kadar kreatinin penggunanya.

Baca Juga: Diisi Akademisi hingga Seniman, Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta Dikukuhkan

Sementara untuk kaum pria dibentuk mirip alat tes kehamilan yang pemakaiannya dicelupkan ke urine, sehingga dengan sensor tersebut maka pasien tidak perlu tes dengan cara mengambil sampel darah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait