- Antara lutut sampai pusar, seperti saat berhadapan dengan lelaki yang masih mahramnya, atau wanita selain keluarga.
- Ketika berada dihadapan wanita kafir walaupun hanya satu orang saja, maka perempuan tidak dibolehkan menampakkan aurat seperti keadaan beraktivitas di dalam rumah.
- Menutup seluruh anggota badan terkecuali wajah dan telapak tangan saat melakukan ibadah sholat.
- Seluruh tubuh dapat ditutup kecuali wajah dan telapak tangan, ketika sedang ada laki-laki asing yang bukan mahramnya.
Tujuan ditutupnya batasan aurat yang ada dalam wanita muslimah adalah untuk menghindarkan dari sifat zina. Sifat zina adalah perbuatan yang tidak disukai oleh Allah swt. Selain itu, juga akan meningkatkan ketakwaan perempuan muslimah kepada Allah Swt karena mematuhi aturan yang dianjurkan dalam Islam.
Pembicaraan masalah aurat selalu saja mengacu kepada dua ayat Alquran yaitu Surat Annur (32): 31 dan Al Ahzab (34): 59. Pada dasarnya tidak ada perselisihan pendapat mengenai kewajiban menutup aurat. Yang diperselisihkan adalah batas- batas aurat wanita dan bagian-bagian tubuh yang boleh kelihatan.
Al Qurtubi mengatakan bahwa menurut kebiasaan adat dan ibdah dalam Islam, wajah dan dua telapak tangan itulah yang biasanya kelihatan, sehingga pengecualian dalam ayat 31 Surat Annur merujuk kepada dua bagian tubuh tersebut.
Baca Juga:Jangan Besar Kepala, Ini Doa Ketika Dipuji dalam Islam
Kewajiban menutup aurat adalah juga dimaksudkan untuk membedakan antara wanita terhormat dan wanita jalanan. Hal ini berdasarkan sebab turunnya ayat tersebut. Menurut Al Qurthubiy, ayat 59 dari Surat Al Ahzab turun sebagai teguran atas kebiasaan wanita-wanita Arab yang keluar rumah tanpa mengenakkan jilbab.
Karena tidak la memakai jilbab, kaum laki- laki sering mengganggu mereka, dan diperlakukan seperti budak. Untuk mencegah hal itu, maka turunlah ayat tersebut.
Dari paparan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa aurat merupakan batasan yang wajib ditutupi wanita muslimah. Batasan-batasan tersebut telah diatur dengan jelas dalam Al Quran serta hadis.
Memang ada beberapa pendapat ulama yang berbeda mengenai aurat wanita, namun hal tersebut adalah pilihan Anda sebagai seorang muslim dan boleh mengikuti mazhab manapun yang dipercayai.
Kontributor : Titi Sabanada
Baca Juga:Jawab Perihal Perempuan Pakai Kemben, Menag Yaqut Singgung Syiar Islam