Setelah melakukan Sholat Tahiyatul Masjid, jamaah memulai aktivitas di Masjidil Haram, yang diawali dengan thawaf, atau berjalan mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali. Thawaf dimulai dari area dekat Hajar Aswad, yang terletak di dekat pintu Ka’bah.
Di depan Hajar Aswad ada ritual yang harus dilakukan, yakni membaca “Allahu Akbar” atau “Bismillah Allahu Akbar lalu mengusap Hajar Aswad dengan tangan kanan, lalu menciumnya.
Ketika melakukan thawaf, ada juga ritual yang disunnahkan, yakni mengusap Rukun Yamani pada setiap putaran thawaf. Ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, disunnahkan membaca:
“Robbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar”
Baca Juga:Untuk Apa Allah Menyuruh Kita Salat? Begini Jawaban Buya Syakur
Artinya: Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka. (QS. Al Baqarah: 201)
5. Menuju Maqam Ibrahim
Maqam Ibrahim bukanlah kuburan atau makam nabi Ibrahim. Melainkan tempat berdiri Nabi Ibrahim ketika mambangun Ka’bah.. Dalam perjalanan menuju Maqam Inbraim, disunnahkan membaca:
“Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla”
Artinya: Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat (QS. Al Baqarah: 125).
Setelah itu jamaah melaksanakan sholat sunnah 2 rakaat di Maqam Ibrahim. Laman hasuna.co.id menulis, ketika melakukan sholat tersebut, pada rakaat pertama jamaah membaca Surah Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan membaca Surah Al-Kafirun.
Baca Juga:Hukum Islam Makamkan 2 Jenazah Satu Liang Lahat Seperti Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah
Sementara pada rakaat kedua, setelah membaca Al-Fatihah, dilanjutkan dengan memaca Surah Al-Ikhlas.