Ketika sedang berada di kota Basrah, rombongan pedagang Abu Thalib berjumpa dengan pendeta Nasrani yang bernama Buhaira. Pendeta tersebut lalu memberitahukan kepada Abu Thalib bahwa keponakannya itu memiliki tanda-tanda kenabian.
Buhaira berpesan kepada Abu Thalib untuk senantiasa menjaga Muhammad, karena kelak, dia akan menjadi rasul terakhir yang sudah ditakdirkan oleh Allah SWT.
Kisah Pernikahan Nabi Muhammad dengan Khadijah
Sejak usia belia, Nabi Muhamad SAW mendapatkan julukan Al Amin, artinya orang yang dapat dipercaya. Nabi Muhammad SAW mendapatkan julukan ini ketika berdagang. Di usia 26 tahun Nabi menikahi seorang janda yang berumur 40 tahun yaitu Khadijah.
Baca Juga:Bacaan Lengkap Surah Al Anam dari Ayat 1-165, Tulisan Latin dan Artinya
Menginjak usia 40 tahun, Muhammad ditetapkan oleh Allah SWT sebagai seorang nabi dan rasul. Hal ini ditandai dengan diturunkannya wahyu pertama oleh Allah SWT lewat perantara Malaikat Jibril ketika sang nabi sedang berada di Gua Hira. Wahyu pertama yang turun kepada nabi adalah surah Al-Alaq ayat 1-5.
Semenjak wahyu, Nabi Muhammad SAW melakukan dakwah secara tersembunyi.
Setelah 3 tahun berlalu, turunlah perintah dari Allah SWT lewat surah Al-Hijr ayat 94 yang memerintahkan nabi untuk berdakwah secara terang-terangan.
Melakukan Isra Mi’raj dan Mendapat Perintah Salat
Pada tahun kesebelasan kenabian Muhammad SAW terjadi peristiwa luar biasa. Tahun ini juga disebut sebagai tahun kesedihan, karena pada tahun ini, Abu Thalib dan Khadijah wafat.
Baca Juga:Tata Cara Sholat Tahajud yang Dianjurkan Nabi Muhammad SAW
Untuk menghibur Nabi Muhammad SAW yang sedang bersedih, Allah kemudian mengutus malaikat Jibril untuk mendampingi nabi melakukan perjalanan Isra Mi’raj.