SuaraJatim.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto menghadirkan dokter spesialis obstetri dan dan ginekologi pada sidang perkara aborsi almarhum Novia Widyasari (21). Saksi ahli menyampaikan, cytotec yang disinyalir diminum Novia merupakan obat penggugur kandungan.
Saksi ahli yang dihadirkan kali ini dr Gregorius Agung Himawan, SpOG (56). Ia diketahui berdinas di Rumah Sakit Primear Surabaya. Selama kurang lebih 1,5 jam, ia dicecar sejumlah pertanyaan dari kuasa hukum Randy Bagus Hari Sasongko (21) serta Ketua Majelis Hakim Sunoto.
Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi ahli ini digelar di ruang Candra, Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto sekira pukul 11.20 WIB. Dalam sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang hadir hanya satu orang Ari Wibowo sementara Bripda Randy didampingi 4 penasehat hukumnya.
Dalam pandangannya dr Greg Agung memberikan pemahaman perihal postinor dan Cytotec. Dua obat yang terungkap di persidangan sebelumnya. Obat tersebut yang diduga digunakan untuk menggugurkan kandungan mahasiswi Universitas Brawijaya Malang itu.
Baca Juga:Sidang Lanjutan Kasus Aborsi Novia Widyasari, Ortu Randy Akui Minta Tes DNA
"Postinor itu obat menunda kehamilan. Diminum setelah berhubungan (badan) dan 12 jam setelah berhubungan," kata dr Greg Agung memberikan penjelasan di persidangan, Kamis (31/3/2022).
Sementara Cytotec merupakan merek obat yang memiliki kandungan misoprostol. Obat ini merupakan obat lambung yang memiliki efek peningkatan kontraksi pada rahim. Obat ini dilarang dikonsumsi pada wanita yang hamil tanpa didampingi dokter.
"Karena kontraksi yang dihasilkan pada rahim cukup hebat bisa mengakibatkan pengeluaran janin atau keguguran," ujarnya.
Kontraksi yang dihasilkan pasca mengkonsumsi cytotec juga cukup cepat. Berdasarkan hasil penelitian, kontraksi itu terjadi dalam kurun waktu 24 jam pasca cytotec dikonsumsi, tergantung dengan kondisi kebugaran tubuh masing-masing.
"Kalau keluarnya (janin), bisa cukup cepat, 5 menit bisa keluar tergantung dengan kondisi tubuh. Tapi kalau keluarnya darah atau nifas biasanya selama 24 jam atau maksimal 3 minggu," jelas dr Greg Agung.
Menurut dr Greg Agung, cytotec tidak menimbulkan dampak jika diminum wanita yang tidak hamil. Pembelian cytotec juga harus dengan resep dokter. Sehingga jika ada orang awam yang membeli cytotex tanpa resep dokter, menurutnya untuk mengakhiri kehamilan.
- 1
- 2