facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Setelah 178 Sapi Sembuh, Kini Giliran 5 Kambing yang Kena Virus PMK di Kabupaten Mojokerto

Muhammad Taufiq Minggu, 15 Mei 2022 | 17:24 WIB

Setelah 178 Sapi Sembuh, Kini Giliran 5 Kambing yang Kena Virus PMK di Kabupaten Mojokerto
Ilustrasi Kambing (Pixabay/herbert2512)

Sekarang ini virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Mojokerto tidak hanya menyerang sapi. Terbaru, sebanyak 5 kambing juga dikabarkan terpapar virus tersebut.

SuaraJatim.id - Sekarang ini virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Mojokerto tidak hanya menyerang sapi. Terbaru, sebanyak 5 kambing juga dikabarkan terpapar virus tersebut.

Padahal, seiring waktu banyak sapi yang dinyatakan sembuh dari virus tersebut. Misalnya untuk update data per 14 Mei 2022, telah dinyatakan sebanyak 178 sapi sembuh dari virus PMK.

Data Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto menyebut, di Desa Jerukseger, Kecamatan Gedeg, dari 112 ekor kambing di desa tersebut, lima ekor terjangkit PMK.

"Di Kecamatan Kutorejo dua sapi sembuh. Di Kecamatan Dawarblandong dari 18, hari ini menjadi 89 ekor. Di Kecamatan Jetis satu ekor. Di Kecamatan Mojoanyar ada 17 sapi sembuh. Di Kecamatan Dlanggu dari 14, kini menjadi 18 ekor sapi sembuh. Di Kecamatan Trawas ada lima ekor sapi," ujarnya seperti dikutip dari suarajatimpost.com jejaring media suara.com, Sabtu (14/5) malam.

Baca Juga: Wabah PMK, Disarankan Tak Makan Bagian Mulut, Kaki dan Jeroan Sapi

Selain itu, Nurul menambahkan, ada tambahan tiga ekor sapi sembuh dari Kecamatan Mojosari. Dan tambahan sapi sembuh tersebut juga diusul dari Kecamatan Jatirejo dua ekor. Sementara di Kecamatan Towulan ada 11 sapi sembuh, di Kecamatan Puri ada 7 ekor sembuh.

Mantan Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Mojokerto ini juga memaparkan, jumlah populasi sapi di Kabupaten Mojokerto mencapai 19.542 ekor yang terdiri dari sapi potong dan sapi perah.

Dari total kasus PMK yang menyerang sapi dan kambing ini, data per 14 Mei kasus ternak mati akibat PMK hanya 18 ekor. Sementara sapi dijual dan dipotong paksa masing-masing 5 ekor.

Nurul berharap, dengan upaya pengobatan dan gerak cepat tim paramedis Disperta Kabupaten Mojoker untuk menangani PMK, tren kesembuhan bisa terus meningkat.

"Sesuai instruksi Bupati Mojokerto usai pertemuan penanganan PMK kemarin, kami diperintahkan untuk fokus pada pengobatan dan penanganan cepat terhadap PMK. Semoga tren sembuh akan terus naik seperti akhir-akhir ini," katanya menegaskan.

Baca Juga: Wabah PMK 'Menggila', Sebanyak 1.076 Sapi di Mojokerto Terinfeksi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait