Sejumlah Perwira Polisi Mojokerto Nyaris Kena Tipu Orang Mengaku Pejabat Polda Jatim

Penipuan tidak hanya menyasar masyarakat umum. Para petugas kepolisian pun nyaris menjadi korban penipuan seseorang yang mengaku pejabat dari Polda Jatim.

Muhammad Taufiq
Jum'at, 30 September 2022 | 15:05 WIB
Sejumlah Perwira Polisi Mojokerto Nyaris Kena Tipu Orang Mengaku Pejabat Polda Jatim
Ilustrasi Penipuan (Pexels/Sora Shimazaki).

Kedua Kapolsek tersebut membenarkan pelaku menghubungi keduanya. Dikabarkan mereka minta atensi dari orang-orang yang memiliki usaha galian C di wilayah tersebut. Hal tersebut ternyata juga dialami Kasi Propam Polresta Mojokerto, Ipda Yudo Yulianto.

"Kasi Propam juga mendapatkan WA yang sama dari yang bersangkutan. WA-nya sama (isi pesan). Dia menyebut langsung sebagai Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim. Iya menyadari perwira. Untuk saat ini yang sudah saya terima laporan ada empat perwira, termasuk saya," katanya.

Kasi Humas menjelaskan, percobaan aksi penipuan tersebut tak sampai memakan korban. Lantaran empat perwira Polresta Mojokerto yang dihubungi pelaku percobaan aksi penipuan tersebut sudah curiga sehingga tidak sampai menuruti kemauan pelaku percobaan aksi penipuan.

"Alhamdulillah dari perwira di Polres Mojokerto Kota sempat sudah curiga. Intinya meminta atensi atau jatah. Setelah ditelisik ternyata dia penipu. Pejabat yang bersangkutan tidak pernah menghubungi kami. Setelah dilakukan penyelidikan, yang bersangkutan berasal dari Bandung," ujarnya.

Baca Juga:Ngeri! Kerugian dari Kasus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Sampai Rp 106 Triliun

Pelaku percobaan aksi penipuan teridentifikasi seorang pria berinisial RC (52) warga Bandung, Jawa Barat. Pelaku percobaan aksi penipuan saat berkomunikasi logat luar Jawa. Hasil pelacakan melalui nomor telepon pelaku percobaan aksi penipuan tersebut kini tengah diselidiki.

"Pas telepon itu logatnya seperti luar Jawa. Ini sedang terus diselidiki. Jadi ditegaskan ini aksi penipuan, Alhamdulillah tidak ada yang menjadi korban. Jadi perlu diwaspadai supaya tidak ada korban. Kalau masyarakat yang dihubungi oleh pelaku mohon konfirmasi dulu ke kami atau yang bersangkutan," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini