Teror Ular Hijau Gegerkan Warga Sananwetan Blitar, Korbannya Balita 3 Tahun

Akhir-akhir ini warga Perumahan Kenari Kelurahan Karangtengah Kecamatan Sananwetan Kota Blitar Jawa Timur digegerkan dengan teror ular-ular yang masuk perumahan warga.

Muhammad Taufiq
Selasa, 11 Oktober 2022 | 13:05 WIB
Teror Ular Hijau Gegerkan Warga Sananwetan Blitar, Korbannya Balita 3 Tahun
Penemuan ular hijau yang masuk ke rumah warga di Blitar [Foto: Suaraindonesia]

SuaraJatim.id - Akhir-akhir ini warga Perumahan Kenari Kelurahan Karangtengah Kecamatan Sananwetan Kota Blitar Jawa Timur digegerkan dengan teror ular-ular yang masuk perumahan warga.

Ular dengan nama latin Trimeresurus Albolabris itu acap kali ditemukan masuk ke dalam rumah warga. Padahal habitat ular ini ada di hutan dan semak-semak, namun belakangan mereka banyak ditemukan di rumah warga.

Bahkan satu balita berusia 3 tahun menjadi korban. Ia menangis kencang saat bermain di depan teras rumahnya. Setelah dicek ternyata Ia memiliki bekas gigitan ular hijau ekor merah.

Salah satu warga bernama Hadi, mengatakan sejak minggu kemarin banyak keluhan warga yang mengaku menemukan ular jijau masuk ke dalam rumah mereka. Beruntung beberapa mengaku memergoki keberadaan ular ini sehingga kemudian dievakuasi keluar.

Baca Juga:Hasil Tes Positif Sabu-Sabu, Sopir Tangki BBM Asal Malang Diamankan Polres Blitar

"Dan yang paling baru kemarin sore, ada seekor ular hijau hendak masuk rumah saya. Alhamdulillah ada tetangga yang tau jadi langsung dievakuasi," katanya dikutip dari suaraindonesia.co.id jejaring media suara.com, Selasa (11/10/2022).

Menurutnya, banyaknya ular masuk rumah diduga sisi selatan perumahan kenari terutama di blok R dan S terdapat aliran sungai yang banyak ditumbuhi oleh pohon bambu. Sehingga, saat musim hujan tiba banyak kejadian hewan melata bertamu ke rumah warga.

"Saya khawatir jika fenomena ini tidak ditanggapi serius oleh pemerintah setempat akan menambah keresahan yang berlarut-larut. Kita melihat kasus yang sudah terjadi kemarin saja tidak ada respon dari pemerintah," terangnya.

Lanjut Hadi, pihaknya berharap dari dinas terkait bisa segera melakukan tindakan atas permasalahan ini agar warga merasa nyaman dan tidak takut saat melaksanakan rutinitas sehari-hari.

"Saya kasihan di blok R dan S banyak sekali warga yang memiliki balita rentan usia 2 sampai 5 tahun. Jadi saya mohon segera ambil langkah supaya tidak terjadi hal-hal negatif," imbuhnya.

Baca Juga:Diduga Akibat Selip Ban, Truk Tangki Bermuatan BBM Terguling di Blitar

Sebelumnya, saat dihubungi wartawan Suara Indonesia, petugas Kelurahan Karangtengah menyatakan akan segera menindaklanjuti namun belum ada sosialisasi perihal peristiwa tersebut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini