Bencana Longsor di Malang, BPBD Catat Satu Orang Hilang Tertimbun

Hujan deras mengguyur Kabupaten Malang dan menyebabkan tanah longsor di Dusun Kunci Desa Wringinamon Kecamatan Poncokusumo.

Muhammad Taufiq
Rabu, 02 November 2022 | 12:19 WIB
Bencana Longsor di Malang, BPBD Catat Satu Orang Hilang Tertimbun
Tanah longsor di Kabupaten Malang [Foto: ANTARA]

SuaraJatim.id - Hujan deras mengguyur Kabupaten Malang dan menyebabkan tanah longsor di Dusun Kunci Desa Wringinamon Kecamatan Poncokusumo. Satu orang dilaporkan hilang tertimbun.

Seperti dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Korban terkubur tanah longsor ini seorang laki-laki atas nama Muhamad Amin (25) warga setempat.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan, mengatakan saat ini tim pencari telah menyusuri lokasi untuk mendeteksi keberadaan korban.

"Muhamad Amin diduga menjadi korban terbawa longsor, saat ini pencarian tengah dilakukan," kata Sadono dikutip dari ANTARA, Rabu (02/10/2022).

Baca Juga:Hindari Jeratan Narkoba, Sutiaji Perkuat Literasi Pelajar

Sadono menjelaskan, pada mulanya salah satu rekan korban bernama Ilham (30) tidak melihat korban pada saat berkendara. Saat itu, posisi Amin berkendara berada di belakang Ilham di tengah hujan deras.

Menurut dia, saat itu keduanya berjalan beriringan menggunakan sepeda motor masing-masing dan hendak melakukan ojek bambu. Namun, Ilham yang menunggu Amin tidak kunjung muncul, ia kemudian berbalik arah.

"Karena Amin tidak kelihatan akhirnya Ilham putar balik, dan melihat jalan yang sebelumnya dilalui sudah tertimbun longsor," katanya.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Sadono, Ilham menduga kuat bahwa rekannya tersebut tertimbun longsor. Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke keluarga korban dan perangkat desa setempat.

"Situasi saat kejadian, di kawasan tersebut cuacanya hujan cukup deras, sehingga mengakibatkan tebing di pinggir jalan longsor dan menutup akses jalan," katanya.

Baca Juga:Kunjungi Posko Pelayanan Psikologi UMM, Kementerian PPPA Dukung Trauma Center Tangani Anak Korban Kanjuruhan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengerahkan puluhan personel gabungan untuk melakukan pencarian korban tertimbun longsor di Dusun Besuki, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan di Kabupaten Malang, Rabu mengatakan bahwa hingga saat ini proses pencarian terhadap Muhamad Amin berusia 25 tahun masih dilakukan bersama warga setempat.

"Hingga saat ini masih dilakukan pencarian, kurang lebih ada 50 personel gabungan yang diterjunkan dibantu warga setempat," kata Sadono.

Sadono menjelaskan, bencana tanah longsor tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi di kawasan tersebut pada 1 November 2022, kurang lebih pada pukul 16.30 WIB. Dimensi longsor kurang lebih sepanjang 30 meter dengan ketinggian tebing 12 meter.


Bencana tanah longsor tersebut terjadi di Ledok Amprong, Dusun Besuki, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang pada 1 November 2022. longsor tersebut dipicu hujan dengan intensitas tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak