Menurut Yusuf, tali tampar yang dipakai untuk gantung diri itu kemungkinan baru dibeli. "Beberapa menit sebelum gantung diri, dia sempat makan di warung tidak jauh dari lokasi kejadian. Saya sendiri tidak tahu warung yang mana," katanya.
Yusuf sempat bertemu dengan keluarga almarhum untuk bertakziah. Dari sana ia memperoleh informasi, jika Derman memiliki masalah ekonomi. "Tapi tidak tahu kok dia senekat itu," katanya.
"Kalau dari informasi di lingkungan sekitar, (pikiran) almarhum seperti sedang ‘kosong’. Kalau istilah orang saat ini, seperti kena gendam. Tapi tidak ada pesan terakhir kepada keluarga. Tidak ada wasiat spesifik," katanya menegaskan.
Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.
Baca Juga:Pasien Meninggal, Keluarganya Ngamuk Tendang dan Pukul Perawat Puskesmas
Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email [email protected] dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.