Saat malam tersebut, Bahrodin mengira ada kakaknya, Sulastri di dalam rumah. Karena itu dia langsung pergi mengikuti pengajian.
Namun, ternyata Sulastri pada Rabu pagi diantarkan SP ke rumah saudaranya di Blitar untuk takziah. Usai mengatarkan istrinya, sang suami kemudian kembali ke Kediri.
“Sewaktu saya mau berangkat pengajian, mendengar suara jeritan. Saya pikir korban sedang bersama ibunya. Ternyata, ibunya tidak ada di rumah. Ibunya sedang di Blitar,” kata Bahrodin.
Sementara itu, Sulastri mengatakan, terakhir kali bertemu dengan korban di rumah orang tuanya Maryono di Desa Banggle, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.
Baca Juga:Motif Di Balik Pembunuhan Pria Paruh Baya Di Pademangan, MA Dendam Setahun Dijadikan Budak Seks!
Dia mengatakan, sudah kebiasaan Desy pulang ke rumah kakeknya saat istirahat siang. “Saya ketemu pada Hari Rabu siang. Kemudian saya pergi ke Blitar,” kata Sulastri.
Sulastri mengaku diajak suaminya bertakziah ke Blitar. Keesokan harinya, Kamis (6/7/2023) sekitar pukul 07.00 WIB dijemput suaminya.
Suaminya juga meminta tidak perlu mencari anaknya. “Karena sudah bekerja di Lamongan,” kata Sulastri.
Tidak ada curiga, Sulastri percaya dengan perkataan sang suami bahwa anaknya telah bekerja di Lamongan. Suaminya juga pamit pergi ke Lamongan untuk mengantarkan pakaian korban. Namun, memang suaminya terburu-buru pergi dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat yang biasa dipakai korban bekerja.
Polisi sampai sekarang belum bisa memastikan siapa pembunuh dari Desy.
Baca Juga:Jasad Pria Paruh Baya Tertumpuk Pakaian Di Pademangan Korban Pembunuhan, Polisi Tangkap Pelaku