Gubernur Khofifah Apresiasi Angka Kematian Ibu di Jatim Turun Signifikan: Wujud Peningkatan Layanan Kesehatan

Mulai Januari hingga Juni 2023, jumlah kematian ibu di Jatim tercatat 216 jiwa.

Fabiola Febrinastri
Selasa, 08 Agustus 2023 | 10:11 WIB
Gubernur Khofifah Apresiasi Angka Kematian Ibu di Jatim Turun Signifikan: Wujud Peningkatan Layanan Kesehatan
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan Gedung Graha Amarilis dan Gedung Instalasi Gizi RSUD Karsa Husada Batu, Jatim, Sabtu (25/3/2023). (Dok: Pemprov Jatim)

SuaraJatim.id - Menurut data Dinas Kesehatan Jawa Timur, Angka Kematian Ibu (AKI) di provinsi ini turun signifikan pada 2022, yaitu 93 per 100 ribu Kelahiran Hidup (KH). Tahun sebelumnya, AKI mencapai 234,7 per 100 ribu KH. 

Dengan prestasi tersebut, maka AKI Jatim melampaui target tahun 2022, yaitu di angka 96,42 per 100 ribu KH. Fakta ini sekaligus melampaui target nasional yang ditetapkan pada tahun 2024, yaitu 183 per 100 ribu KH. 

Untuk jumlah kematian ibu di Jatim pada 2022, tercatat 499 kasus. Angka ini menurun signifikan dari tahun 2021, sebanyak 1.279 kasus.

Atas capaian ini, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kerja keras semua pihak terkait, mulai jajaran tim kesehatan  pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, tenaga kesehatan dan bidan, para relawan penyuluhan, hingga masyarakat yang memiliki perhatian pada keselamatan ibu hamil.

Baca Juga:Perluas Akses Layanan Kesehatan Gigi, Orange Dental Buka Cabang Baru di Klender dan Gunung Sahari

“Terimakasih atas kerja keras dan sinergitas semua pihak, terutama para tenaga kesehatan dan bidan sebagai garda terdepan dalam upaya menurunkan AKI maupun Angka Kematian Bayi (AKB) di Jatim,” ujarnya, Selasa  (8/8/2023). 

"Dengan sinergitas dan kerja keras bersama ini, kita harapkan AKI di Jatim  semakin turun. Ini merupakan  hasil kerja keras kita semua dan wujud peningkatan layanan kesehatan bagi Ibu hamil dan melahirkan di Jatim," imbuhnya.

Optimisme tersebut cukup beralasan, sebab berdasarkan data Dinkes Jatim, mulai Januari hingga Juni 2023, jumlah kematian ibu di Jatim tercatat 216 jiwa.

"Target AKI Jatim tahun 2023 adalah 95,42 per 100 ribu KH. Kita berharap bersama, tidak ada penambahan signifikan pada kasus kematian ibu sampai akhir tahun, sehingga bisa mencapai atau bahkan lebih rendah dari yang ditargetkan," tegas Khofifah. 

Ia menambahkan, untuk menekan AKI, Pemprov Jatim telah menyiapkan berbagai langkah strategis, yaitu peningkatan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan nifas, hingga kepada calon pengantin. Selain itu, peningkatan pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat dari hulu ke hilir merupakan hal yang penting. 

Baca Juga:Dorong Pertumbuhan Perekonomian Daerah, Gubernur Khofifah Resmikan Dermaga Pelabuhan Dungkek dan Gili Iyang Sumenep

“Pemberdayaan masyarakat juga penting, sehingga Dinkes Jatim juga melakukan penggerakkan masyarakat dalam mendukung program kesehatan ibu dan anak. Melalui gerakan ibu hamil sehat, kelas ibu hamil, kelas ibu balita, posyandu, pemanfaatan buku KIA dan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) serta didukung oleh TP PKK/ organisasi kemasyarakatan,” urainya.

Angka Kematian Ibu (AKI) di Jatim turun signifikan. (Dok: Pemprov Jatim)
Angka Kematian Ibu (AKI) di Jatim turun signifikan. (Dok: Pemprov Jatim)

Selain itu juga meningkatkan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan bayi baru lahir dengan kunjungan neonatus, dan sistem rujukan. Sekaligus juga melakukan pendampingan ke RSUD kabupaten/ kota lokus AKI-AKB dari RS rujukan Pemprov Jatim yaitu RSUD dr. Sutomo dan RSUD dr. Saiful Anwar.

"Dinkes Jatim juga memiliki inovasi BUAIAN (Bunda Anak Impian) dengan melakukan pendampingan kepada ibu hamil risiko tinggi untuk menjaga kesehatan ibu hamil sampai dengan masa nifas," lanjutnya.

Meski berhasil mencapai penurunan AKI, Gubernur Khofifah tetap mengajak seluruh pihak, bersama-sama tidak lengah dalam mencegah  AKI di Jatim, sekaligus memperkuat kolaborasi dan sinergitas agar angka kematian ibu dan bayi di Jatim bisa terus ditekan.

"AKI yang terus turun bukan menjadi indikasi kita bisa berpuas diri. Capaian tersebut harus dijaga. Mari terus perbaiki layanan kesehatan kita, terus lakukan sosialisasi ke masyarakat. Masifkan juga kerjasama dengan elemen-elemen yang dirasa bisa membantu proses penyuluhan seperti PKK bahkan Karang Taruna," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak