- Bus PO Restu mengalami kecelakaan tunggal akibat ban meledak di Tol Jombang-Mojokerto pada Kamis malam, 2 April 2026.
- Seorang penumpang lansia bernama Esra Sri T meninggal dunia di lokasi kejadian akibat bus yang terguling tersebut.
- Sebanyak 33 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di tiga rumah sakit Jombang.
SuaraJatim.id - Malam yang tenang di ruas Tol Jombang-Mojokerto (Jomo) seketika pecah oleh suara dentuman keras dan derit logam yang bergesekan dengan aspal.
Kamis (2/4/2026) malam, sebuah perjalanan rutin bus PO Restu dengan nomor polisi N 7088 UG berubah menjadi mimpi buruk bagi 34 penumpangnya.
Bus yang melaju kencang dari arah Madiun menuju Surabaya itu mendadak hilang kendali saat melintas di KM 689+400 A.
Penyebabnya sepele namun fatal. Ban belakang kanan bagian luar meledak. Dalam hitungan detik, kendaraan besar tersebut oleng, menghantam fasilitas jalan, hingga akhirnya terperosok dan terguling di median tengah tol.
Goncangan hebat tersebut membawa duka mendalam. Seorang penumpang lansia, Esra Sri T (64), warga asal Madiun, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazahnya kini telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Jombang.
Baca Juga:Ledakan Bubuk Mercon di Jombang: Lima Remaja Luka, Rumah Warga Rusak Parah!
Tak hanya merenggut nyawa, kecelakaan ini juga menyisakan trauma bagi puluhan penumpang lainnya. Sebanyak 33 korban kini tersebar di tiga rumah sakit berbeda di Jombang untuk mendapatkan perawatan intensif.
"Para korban dirawat di RS Al Azis Tembelang sebanyak 7 orang, RS Islam Jombang 11 orang, dan RSUD Jombang sebanyak 15 orang," ungkap Yuni Rihal, Kepala Departemen Operasi Astra Tol Jomo, Jumat (3/4/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas mencatat bahwa bus yang dikemudikan oleh Nuril tersebut sedang melaju dengan kecepatan tinggi di lajur kiri.
Cuaca sebenarnya cukup bersahabat dan arus lalu lintas dalam kondisi lancar. Namun, pecahnya ban belakang membuat kemudi tak lagi bisa dikuasai.
"Posisi terakhir bus melintang di median, menghadap serong ke arah barat atau berlawanan arah dari jalur semula," jelas AKP Sudirman, Kanit PJR Jatim III Warugunung.
Baca Juga:Simpan Bahan Peledak Ilegal, Mahasiswa di Jombang Diciduk Polisi
Dahsyatnya benturan juga terlihat dari kerusakan fasilitas jalan tol yang ditinggalkan. Mulai dari satu unit post cap, sembilan buah pegbobin, hingga deretan tanaman hias dan guide post hancur berantakan diterjang badan bus.