- Seorang pria bernama Hasan tewas dibacok empat orang tak dikenal di Jalan Wonokusumo, Surabaya pada Rabu, 29 April 2026.
- Empat pelaku misterius menggunakan senjata tajam untuk menyerang korban saat sedang melintas seorang diri di lokasi kejadian tersebut.
- Polisi kini tengah melakukan penyelidikan intensif dan melacak keberadaan pelaku yang diduga melarikan diri menuju ke Sampang, Madura.
SuaraJatim.id - Bau amis darah kembali menyengat di aspal Surabaya Utara, Kota Surabaya. Belum kering ingatan warga akan tragedi di Jalan Sencaki, kini Jalan Wonokusumo menjadi saksi bisu aksi pembantaian brutal yang merenggut nyawa seorang pria bernama Hasan pada Rabu (29/4/2026).
Suasana yang awalnya biasa saja mendadak berubah menjadi horor saat empat orang tak dikenal (OTK) datang dengan perawakan misterius.
Menggunakan helm full face dan penutup wajah, mereka seolah sudah merencanakan eksekusi ini dengan matang. Tanpa banyak bicara, senjata tajam mereka mendarat di tubuh Hasan, membuatnya terkapar tak berdaya.
Kematian Hasan menyisakan kepedihan mendalam bagi sang kakak, Holimah (42). Ironisnya, Hasan baru saja menginjakkan kaki kembali di Surabaya selama dua bulan terakhir. Setelah tiga tahun berpeluh keringat mengadu nasib di Malaysia, kepulangannya justru berakhir di ujung celurit.
Baca Juga:Dikhianati Sahabat, Pria Surabaya Nekat Habisi Nyawa Karib yang Hendak Lecehkan Adiknya
"Setahu saya dia tidak punya musuh. Kami baru dua bulan di sini setelah pulang dari Malaysia," tutur Holimah dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Kebrutalan para pelaku membuat warga sekitar tak berkutik. Ahmad (44), salah seorang saksi mata, menceritakan bagaimana suasana mencekam menyelimuti lokasi saat serangan terjadi.
Warga hanya bisa melihat dari kejauhan dan baru berani mendekat setelah empat eksekutor misterius itu memacu motornya meninggalkan lokasi.
"Warga baru berani mengecek kondisi Hasan setelah para pelaku pergi. Luka paling besar ada di bawah ketiak," ungkap Ahmad.
Hasan yang biasanya berangkat bekerja sebagai kuli bangunan di Sidotopo bersama rekan-rekannya, nahasnya saat kejadian justru sedang melintas seorang diri. Sebuah celah yang tampaknya dimanfaatkan betul oleh para pelaku.
Baca Juga:Efek Domino Tragedi Bekasi: Tiga KA dari Surabaya Berhenti Melaju, Tiket Diganti 100 Persen
Misteri besar kini menyelimuti motif di balik pembunuhan ini. Meski polisi belum memberikan pernyataan resmi, desas-desus di lapangan menyebutkan bahwa dendam asmara menjadi pemicu utama serangan tersebut.
Pihak kepolisian pun bergerak cepat. Informasi internal menyebutkan bahwa identitas pelaku utama mulai teridentifikasi dan diduga telah melarikan diri melintasi jembatan Suramadu menuju Sampang, Madura.
Kanit Reskrim Polsek Semampir, Iptu Suud, menegaskan bahwa timnya sedang bekerja ekstra keras untuk menyeret para pelaku ke meja hijau.
"Masih penyelidikan. Semoga cepat tertangkap. Detailnya akan kami sampaikan saat rilis nanti," tegasnya.