SuaraJatim.id - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membuka sekaligus meninjau pameran Surabaya Hospital Expo XX 2026 yang digelar di Ballroom Grand City Surabaya, Selasa (19/5/2026).
Didampingi Sekretaris Daerah Prov. Jatim Adhy Karyono, Direktur RSUD Dr. Soetomo Prof. Dr. dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Sp.DVE (K),FINSDV,FAADV dan Ketua PERSI Jatim dr. Bangun T. Purwaka, Sp.OG., Subsp.K.Fm., M.Kes., Khofifah melihat langsung kecanggihan produk dan alat kesehatan hingga beragamnya fasilitas layanan kesehatan dari berbagai rumah sakit di Jawa Timur.
Tidak hanya pameran alkes dan yankes, dalam Surabaya Hospex XX 2026 ini juga digelar berbagai macam seminar kesehatan hingga layanan pemeriksaan kesehatan ringan gratis bagi para pengunjung.
Dalam keterangannya, Khofifah mengaku takjub terhadap kemajuan teknologi kedokteran saat ini. Oleh sebab itu, ia mendorong Rumah Sakit yang ada di Jawa Timur adaptif terhadap perkembangan Artificial Intelligence dan teknologi kesehatan.
Baca Juga:Di HUT ke-80 Muslimat NU, Khofifah Perkuat Barisan 400 Paralegal Demi Keadilan Perempuan & Anak
“Teknologi kedokteran yang ada di Jawa Timur harus sangat adaptif terhadap berbagai teknologi kedokteran di dunia termasuk di dalamnya AI,” jelasnya.
"Dari berbagai booth yang saya lihat, semuanya sudah dengan AI. Ini artinya teknologi kedokteran kita itu harus sangat adaptif dengan perkembangan berbagai teknologi termasuk AI," imbuhnya.
Khofifah melanjutkan, dalam konteks transformasi sistem kesehatan yang terus berkembang, rumah sakit diharapkan tidak lagi hanya dituntut memberikan layanan kuratif semata. Tetapi juga harus mampu memperkuat layanan promotif, preventif, dan rehabilitatif secara terintegrasi.
Lebih dari itu, rumah sakit juga harus semakin adaptif terhadap perubahan regulasi, transformasi digital, sistem pembiayaan kesehatan, peningkatan mutu layanan, keselamatan pasien, serta meningkatnya harapan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, adil, dan berkualitas.
"Saya rasa melalui raker dan pameran seperti ini akan memberikan penguatan pengayaan kepada para dokter maupun tim manajemen di rumah sakit terhadap update berbagai teknologi kedokteran temuan terbaru," ucap Khofifah.
Baca Juga:Khofifah Optimistis Jatim Pertahankan WTP saat Hadiri Entry Meeting LKPD 2025 BPK RI
Bahkan, ia juga meyakini bahwa kegiatan ini akan menjadi referensi bukan hanya bagi Rumah Sakit di Jawa Timur tapi rumah sakit di seluruh Indonesia.
"Mereka bisa datang ke sini dan kemudian bisa melihat bagaimana update teknologi kedokteran yang dipamerkan," imbuhnya.
Bukan tanpa alasan, Jawa Timur disebut Khofifah memiliki peran yang sangat strategis dalam penguatan sistem pelayanan kesehatan nasional. Saat ini, Jawa Timur memiliki 448 rumah sakit, menjadikannya salah satu provinsi dengan kapasitas layanan kesehatan terbesar di Indonesia.
Jumlah tersebut terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini menandakan bahwa akses masyarakat terhadap layanan kesehatan semakin luas, sekaligus menegaskan besarnya kontribusi Jawa Timur dalam sistem pelayanan kesehatan nasional.
"Peningkatan jumlah rumah sakit seyogyanya juga sejalan dengan berbagai perkembangan teknologi kedokteran yang ada. Karena bagaimanapun keselamatan pasien tetap menjadi prioritas," jelasnya.
Kaitan berbagai produk alkes yang dipamerkan, Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya kesadaran akan besaran nilai TKDN atau Tingkat Komponen Dalam Negeri di masing-masing produknya.