Jeritan Petani Silo Jember Saat Ladang Nafkah Mereka Terancam Markas Militer

Sebanyak 220 keluarga petani di Desa Silo, Jember, terancam kehilangan lahan hutan sosial seluas 55 hektare akibat pembangunan markas TNI.

Wakos Reza Gautama
Kamis, 18 Juni 2026 | 10:00 WIB
Jeritan Petani Silo Jember Saat Ladang Nafkah Mereka Terancam Markas Militer
Ratusan petani di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menolak lahan garap di kawasan hutan dijadikan lokasi markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 220 keluarga petani di Desa Silo, Jember, terancam kehilangan lahan hutan sosial seluas 55 hektare akibat pembangunan markas TNI.
  • Lahan tersebut secara legal dikelola warga sejak 2017 dan memberikan kontribusi ekonomi mencapai Rp11,83 miliar setiap tahun bagi masyarakat setempat.
  • Warga menolak alih fungsi lahan karena kebijakan tersebut dinilai menabrak program perhutanan sosial serta mengabaikan partisipasi bermakna masyarakat terdampak.

SuaraJatim.id - Sejak 2017, Ismail Soleh (45) menggantungkan hidup pada tanah di kawasan hutan Desa Silo, Jember. Namun kini, bayang-bayang beton markas militer membuat tidurnya tak lagi nyenyak.

"Sekarang kopinya lagi kokoh-kokohnya. Saya kaget, gemeteran seandainya lahan ini jadi bangunan," ungkap Ismail, Rabu (17/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Ismail adalah satu dari 220 kepala keluarga yang nasibnya kini berada di ujung tanduk. Rencananya, lahan seluas 55 hektare di kawasan hutan sosial Desa Silo akan disulap menjadi markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP).

Ironisnya, lahan tersebut adalah pabrik ekonomi yang selama ini menghidupi ratusan warga dan menyekolahkan anak-anak mereka hingga bangku kuliah.

Baca Juga:Outing Class Berubah Kelam: Saat Ombak Pantai Pangi Seret 3 Santri, 1 Dinyatakan Hilang

Konflik ini bukan sekadar penolakan warga terhadap pembangunan fasilitas pertahanan. Ini adalah potret tumpang tindih kebijakan negara.

Di satu sisi, pemerintah gencar mempromosikan Perhutanan Sosial sebagai senjata pengentas kemiskinan. Di sisi lain, rencana pembangunan markas Yonif TP seolah menabrak janji tersebut.

Masis, Ketua Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gakpoktan) Jati Jaya, mempertanyakan logika kebijakan ini.

"Kita sama-sama membawa program ketahanan pangan. Kenapa harus tumpang tindih di lahan petani yang sudah betul-betul menjalankan program itu?" keluhnya.

Para petani di Silo bukanlah penggarap liar. Mereka memegang senjata legal berupa SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) tahun 2019, yang diperkuat dengan SK Transformasi KHDPK pada akhir 2024. Negara secara sah telah memberikan hak pengelolaan hutan kepada rakyat.

Baca Juga:Petani Magetan Terbujur Kaku di Pematang Sawah Tersengat Listrik Pompa Air

Pendampingan dari PC PMII Jember mengungkap data yang mengejutkan. Lahan 55 hektare yang hendak digusur itu bukan sekadar semak belukar tak bertuan.

Berdasarkan kalkulasi matang, kawasan tersebut menyumbangkan nilai ekonomi hingga Rp11,83 miliar per tahun bagi masyarakat.

"Setiap keluarga terdampak rata-rata mengantongi Rp4,48 juta per bulan dari hasil bumi. Itu angka di atas UMK Jember," tegas Mohammad Taufiqurrohman, Ketua PC PMII Jember.

Tanaman pepaya menjadi ATM mingguan warga, jagung sebagai tabungan musiman, dan kopi Robusta Silo, yang diklaim sebagai salah satu yang terbaik di Jember, menjadi aset jangka panjang.

Menghilangkan lahan ini berarti mematikan denyut nadi ekonomi yang sudah mandiri dan berkontribusi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

PMII Jember menegaskan bahwa aksi protes warga jangan disalahartikan sebagai perlawanan terhadap pertahanan negara. Persoalan intinya adalah konsistensi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini