Khofifah Apresiasi BBIB Singosari atas Keberhasilan Produksi Semen Beku Sapi Wagyu dan Belgian Blue

Khofifah apresiasi BBIB Singosari yang kembangkan semen beku sapi unggul guna memperkuat kualitas genetik ternak nasional dan mendukung target swasembada daging Indonesia.

Fabiola Febrinastri | Tantri Amela Iskandar
Senin, 29 Juni 2026 | 11:52 WIB
Khofifah Apresiasi BBIB Singosari atas Keberhasilan Produksi Semen Beku Sapi Wagyu dan Belgian Blue
Gubernur Khofifah Apresiasi saat meninjau BBIB Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (28/6). (Dok: Pemprov Jatim)

SuaraJatim.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang milik Kementan RI yang berhasil mengembangkan dan memproduksi semen beku Sapi Wagyu, Belgian Blue, serta berbagai rumpun ternak unggul lainnya seperti Limousin, Simmental, Angus, Brahman, Sapi Bali, Sapi Madura, Peranakan Ongole hingga Friesian Holstein.

Keberhasilan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat kualitas genetika ternak nasional sekaligus mendukung percepatan swasembada daging Indonesia.

Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat meninjau BBIB Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (28/6).

Dalam kunjungannya, Gubernur Khofifah melihat berbagai jenis sapi, salah satunya yang sangat menarik adalah jenis sapi Belgian Blue yang dikenalkan Dubes Belgia tahun 2018 kepadanya di Surabaya. Kemudian menjelang Idul Adha orang nomor satu di Jawa Timur ini bertemu peternak sapi dari Mojokerto untuk kemudian membeli Belgian Blue.

Baca Juga:RSUD Dr Soetomo Peringkat Pertama Nasional SCImago International Rankings 2026 Sektor Kesehatan

Di BBIB, kata Khofifah, pengembangan semen beku Belgian Blue sudah ada peternaknya di Mojokerto, Situbondo, Bondowoso dan Jember bisa dilakukan di tempat lainnya. Utamanya kemungkinan kawin silang Belgian Blue.

Lebih lanjut di BBIB Singosari ada jenis sapi Wagyu yang semen bekunya sudah sangat banyak. Namun, proses perlakuan terhadap sapi jenis wagyu membutuhkan proses ekstra supaya menghasilkan kualitas daging wagyu seperti dari Jepang.

"Harga daging sapi Wagyu cukup tinggi di restoran-restoran dan hotel-hotel bintang 5. Satu kilo rata-rata masih di atas Rp 1 juta. Maka proses pemeliharaannya juga tidak murah dan tidak mudah. Tapi BBIB sudah menginisiasi sejak 5 tahunan yang lalu," ungkapnya.

Ke depan, Gubernur Khofifah berharap, kekuatan BBIB di Singosari yang sangat luar biasa terus melakukan pendampingan peternak sapi jenis Belgian Blue dan Wagyu. Artinya, bagaimana kemudian peternak menyiapkan proses perlakuan seperti halnya yang dilakukan oleh peternak di Jepang untuk jenis sapi Wagyu.

"Saya rasa kita semua mendorong, mendukung apa yang dilakukan Balai Besar inseminasi buatan ini terus bisa ditingkatkan dan sebaliknya, provinsi-provinsi yang lain saya rasa bisa memanfaatkan kehadiran Balai Besar inseminasi buatan sehingga kalau hitungan saya, mestinya start dari sekarang dengan komitmen yang besar, rasanya tiga tahun mestinya kita bisa swasembada daging," tegasnya.

Baca Juga:Kejurnas Tenis Piala Ketua MA RI 2026 Dibuka di Malang, Khofifah Dorong Sport Tourism Jatim

Menurut Khofifah, keberadaan BBIB Singosari merupakan aset strategis nasional yang selama ini berperan besar dalam meningkatkan mutu genetik ternak melalui pengembangan teknologi reproduksi dan produksi semen beku berkualitas.

“Keberadaan BBIB Singosari merupakan aset nasional yang memiliki peran sangat penting dalam mempercepat peningkatan populasi sekaligus kualitas genetik ternak di Indonesia,” jelasnya.

Tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, lanjutnya, BBIB Singosari juga telah berkembang menjadi salah satu pusat produksi semen beku unggul berstandar internasional yang melayani kebutuhan inseminasi buatan di berbagai negara.

“Potensi besar yang dimiliki BBIB Singosari harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh provinsi. Teknologi reproduksi yang dikembangkan di sini dapat menjadi pengungkit peningkatan produktivitas peternakan nasional," katanya.

Karena itu, Gubernur Khofifah optimistis Indonesia mampu mewujudkan swasembada daging dalam tiga tahun ke depan.

“Indonesia sesungguhnya telah memiliki fondasi yang kuat untuk mencapai swasembada daging. Yang diperlukan saat ini adalah penguatan sinergi antardaerah, optimalisasi program inseminasi buatan, peningkatan kualitas bibit ternak, serta pendampingan berkelanjutan kepada para peternak,” kata Gubernur Khofifah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak