Baca 10 detik
- Perawat Miftahul Khoir melaporkan kepala desa berinisial S ke Polres Bangkalan atas dugaan penganiayaan pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
- Korban menyerahkan bukti visum mandiri dan rekaman CCTV yang menunjukkan luka lebam akibat kemarahan pelaku terkait ketersediaan obat salep.
- Akibat insiden kekerasan tersebut, korban mengalami trauma psikologis mendalam dan saat ini sedang mendapatkan pendampingan khusus dari tenaga kesehatan.
“Sampai saat ini belum ada komunikasi dari pelaku,” ujarnya.
Polres Bangkalan Akan Mengecek Laporan
Sementara itu, Kasi Humas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama menyatakan pihaknya akan mengecek laporan yang disampaikan korban.
“Kami akan cek laporannya,” kata Agung.
Baca Juga:Gara-gara Tebus Motor, Menantu di Bangkalan Tega Aniaya Ibu Mertua yang Renta