SuaraJatim.id - Imbas dari aksinya mau membunuh istri dan keluarganya, Permadi (24) dicokok polisi. Penangkapan terhadap Permadi dilakukan polisi pada Minggu (3/11/2019).
Kapolsek Ngoro, Mojokerto Kompol Gatot Wiyono mengatakan, aksi pengancaman itu terjadi saat Permadi mampir ke rumah mertuanya. Alasan kedatangannya itu untuk mempertanyakan hubungan pernikahannya dengan sang istri.
"Pelaku datang ke rumah istrinya sekira pukul 15.30 WIB. Dia ingin menanyakan jawaban tentang hubungan rumah tangganya,” ungkapnya, Kamis (7/11/2019).
Gatot mengatakan, istri pelaku ingin bercerai dengan korban. Pelaku datang dan masuk ke dalam ruang tamu dengan membawa dua bilah sajam jenis pisau yang panjangnya kurang lebih 33 sentimeter dan 31 sentimeter. Sajam tersebut digunakan pelaku untuk mengancam.
"Pelaku mencari istrinya sambil mengancam dengan kata-kata ‘tak edel edel kamu sak keluargamu kabeh’ (tak bunuh kamu berikut keluargamu). Melihat pelaku membawa 2 bilah pisau, korban lari ke dalam rumah sambil meminta tolong,” katanya.
Tidak lama, lanjut Kapolsek, tetangga dan orang tua korban datang bersama kepala dusun (kadus). Pelaku kemudian ditangkap dan sajam yang dibuat pelaku untuk mengancam bisa direbut. Perangkat desa kemudian menghubungi Polsek Ngoro terkait kejadian tersebut.
“Setelah mendapat laporan, petugas datang dan mengamankan pelaku berikut barang bukti berupa 2 bilah pisau. Pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Ngoro guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” tuturnya.
Barang bukti yang diamankan yakni satu bilah pisau bergagang plastik dengan panjang 33 sentimeter berujung lancip dan satu bilah pisau bergagang kayu dengan panjang 33 sentimeter berujung lancip.
Atas perbuatannya itu, Permadi kini mendekam di penjara. Dia dijerat Pasal 2 ayat (1) UU Darurat Tahun 1951
Baca Juga: Istri dan Anak Bersekongkol, Mayat Dicor di Musala Dilinggis saat Tidur
Berita Terkait
-
Balas ke Orang Lain, Siswa SMP yang Sodomi 2 Anak SD Pernah jadi Korban
-
Dikira Permainan, 2 Bocah SD Tak Sadar Disodomi Siswa SMP di Sawah
-
Sampah Popok Bayi Capai 2,4 Juta Per Hari, Khofifah: Ini Masalah Serius
-
Eks Pentolan HTI Divonis 3 Bulan Bui, Pendukung Sujud Syukur
-
Tepergok Mesum di Bawah Pohon, 2 Sejoli Mahasiswa: Sudah Biasa Pak
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
-
Gubernur Khofifah Apresiasi Para Atlet Jatim Mampu Pecahkan Rekor dalam Asian Para Games 2026
-
Sandiwara Rumah Keluarga Miskin di Surabaya: Megah 3 Lantai, Sekap 10 Calon PRT
-
Tebing 30 Meter Longsor di Magetan, Jalan Antardesa Terputus dan Listrik Padam
-
419 Hunian Tetap Semeru di Lumajang Kosong, Pemkab Verifikasi untuk Penataan