SuaraJatim.id - Enam jenazah dimakamkan dengan protokol Covid-19 di Kabupaten Jember, Jawa Timur pada Sabtu (25/7/2020) dan Minggu (26/7/2020). Mereka diantarkan ke makam dengan mobil khusus Palang Merah Indonesia Kabupaten Jember.
Tim pengantar jenazah PMI yang dipimpin oleh Ghufron Evian Efendi ini mengantarkan lima jenazah dengan protokol Covid pada Minggu (26/7) dan disusul satu jenazah lainnya pada Sabtu (25/7) sore.
"Ini rekor kami mengantarkan jenazah dengan protokol Covid. Sejak April lalu, sudah 15 jenazah yang kami antarkan ke pemakaman," ujar Ghufron sebagaimana dilansir Beritajatim.com (jaringan Suara.com), Senin (27/7/2020).
Ia menjelaskan, permintaan pertama berasal dari RSD Balung untuk pengantaran jenazah ke tempat pemakaman umum (TPU) Ambulu, pada Sabtu, pukul 14.00 WIB.
Kedua, dari RSD Balung ke TPU Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas, pada Minggu, pukul 03.00 dini hari WIB.
Selanjutnya, ketiga dari RSU Kaliwates ke TPU Slawu Patrang, Minggu pukul 13.30 WIB. Lalu keempat dari RS Jember Klinik ke TPU Pakusari, Minggu, Pukul 15.30 WIB.
Kelima atas permintaan RS Jember Klinik, Minggu, pukul 20.00 ke TPU Semboro.
"Terakhir jenazah balita dari RSD Balung ke TPU Ambulu, Minggu, pukul 23.00 WIB," ungkap Ghufron.
Ia mengatakan, jenazah-jenazah tersebut memiliki status beragam.
“Ada yang berstatus orang tanpa gejala alias OTG, ada yang dengan status orang dalam pantuan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan bahkan yang sudah positif Covid-19. Namun ada juga statusnya tidak terkait Covid-19. Tapi karena pandemik Covid-19 belum berakhir, proses pemakamannya juga dengan protokol kesehatan Covid-19. Itu sudah SOP (Standar Prosedur Operasi),” kata Ghufron menjelaskan.
Baca Juga: Dimakzulkan, Bupati Jember Faida Bakal Maju Pilkada dari Jalur Independen
Ketua PMI Kabupaten Jember EA Zaenal Marzuki memuji tim pengantar jenazah yang terdiri atas 12 orang itu.
“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada tim pengantar jenazah PMI Kabupaten Jember yang tak kenal rasa lelah, tak kenal rasa takut untuk antar jenazah selama pandemik Covid-19,” katanya.
Berita Terkait
-
Dimakzulkan, Bupati Jember Faida Bakal Maju Pilkada dari Jalur Independen
-
Dimakzulkan DPRD, Bupati Jember Faida: Tak Semudah Itu Menurunkan Bupati
-
Zainal: Mohon Bu Gubernur, Pak Mendagri, Jangan Biarkan Jember seperti Ini
-
Dimakzulkan DPRD Jember, Bupati Faida: Semua Sudah Clear
-
Bupati Jember Faida Dimakzulkan DPRD, Mendagri Minta Tunggu Putusan MA
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
Terkini
-
CSR BRI Peduli Wujudkan Bersih-Bersih Pantai di Bali untuk Lingkungan Berkelanjutan
-
5 Fakta Suami Kades di Pasuruan Jadi Otak Pembobolan Kantor Desa, Residivis Narkoba!
-
Gempa Rusak 15 Rumah di Pacitan, BPBD Masih Kumpulkan Data!
-
40 Warga di Yogyakarta Dapat Perawatan Medis Usai Diguncang Gempa Pacitan, Begini Kondisinya
-
Gempa Pacitan Robohkan Bangunan Tua hingga Timpa Kafe di Blitar, Ini Penjelasan BPBD