SuaraJatim.id - Cerita tragis dialami Sucipto, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) asal Desa Sandingrowo Kecamatan Soko Kabupaten Tuban Jawa Timur. Ia tewas dikeroyok pamannya sendiri.
Pelaku pengeroyokan dan korban sebenarnya masih kerabat dekat. Korban merupakan keponakan pelaku. Seperti dijelaskan Kepala Bagian Operasional Satreskrim Polres Tuban Iptu Rianto.
Iptu Rianto menjelaskan, peristiwa terjadi pada hari Sabtu, 3 Juni 2021, sekira pukul 16.30 Wib.
"Awal mula, korban masuk kedalam rumah tersangka untuk meminta rokok. Tersangka tidak memberikan rokok, sehingga korban yang memang mengalami gangguan kejiwaan langsung mengamuk," kata Rianto, dikutip dari suaraindonesia.co.id, jejaring media suara.com, Selasa (6/7/2021).
Korban saat itu memang mengamuk dan mencekik si tersangka. Kemudian, tersangka membela diri, karena keduanya saling berontak, mereka terjatuh. Posisi tersangka berada dibawah sedangkan korban yang berbadan besar diatas.
Karena tersangka tertindih badan si korban. Kemudian, tersangka meminta tolong kepada tetangga sekitar. Saat korban keluar rumah, beberapa orang langsung mengadang korban.
Saat itu terjadilah pergumulan, sehingga mengakibatkan korban tewas seketika.
"Menurut keterangan keluarga dan tetangga, korban memang mengalami gangguan kejiwaan, terkadang terlihat baik. Tetapi, jika terganggu akan mengamuk," kata Rianto.
Kini dua tersangka telah dibekuk Polisi, dengan barang bukti berupa 1 (satu) buah baju milik korban, 1 celana milik korban, dan sandal jepit milik korban.
Baca Juga: Orang dengan Gangguan Jiwa Bisa Kena Covid-19? Ini Penjelasan Dokter Jiwa
"Untuk penyebab kematiannya belum diketahui, karena hasil visum belum keluar," ujar Rianto.
Saat diperiksa oleh Penyidik, tersangka tidak ada niatan untuk membunuh, karena korban adalah keponakannya.
Meski begitu, tersangka yang sedang menjalani pemeriksaan terancam hukuman Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dan pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Berita Terkait
-
Biaya Sakit Narti, Perempuan Tuban yang Jatuh Miskin Setelah Covid Akhirnya Diganti
-
Astaga! Viral Vaksinasi Massal di RSUD Tuban Berjubel, Berdempetan Abaikan Prokes
-
Puluhan Pegawai Bank Jatim Tuban Positif Covid-19, Satu Meninggal Dunia
-
Amazing! Gua Kembali Ditemukan di Areal Tambang Kapur Tuban
-
Cewek Tuban Curhat di Medsos Ibunya Kena Covid Ditolak RS, Begini Respons Bupati
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Misteri Pria Ber-sweater Hitam: Jasad Tanpa Identitas Mengambang di Arus Dam Rolak 9 Mojokerto
-
Misteri Kematian ASN Bangkalan di Bandara Juanda: Sosok Pria Bermasker Jadi Sorotan
-
Pasien Gaib dan Tagihan Palsu: Skandal Besar Korupsi JKN Jember Terbongkar
-
Penjual Es Hingga Penjaga Warkop Ikut Diciduk Polisi Saat Demo di Grahadi
-
Indonesia Sekarat! Amuk Massa di Grahadi dan Meme Kowarso yang Membakar Surabaya