SuaraJatim.id - Beragam cara layak dilakukan untuk mengusir wabah Covid-19 ini. Seperti dilakukan oleh warga Dusun Mungguk, Desa Juruan Daya, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep.
Mereka menyembelih sapi bersama-sama dan membaca doa-doa untuk mengusir pagbluk Covid. Sapi tersebut dibeli dengan cara patungan. Setiap warga desa dimintai sumbangan Rp 20 ribu.
Jika dalam satu rumah ada lima orang, maka satu rumah itu harus menyumbang dana Rp 100 ribu. Total dari dana itu lalu diberikan sapi.
"Urunan untuk beli sapi ini sudah atas kesepakatan dalam musyawarah warga yang dipimpin pak kepala dusun. Hasil urunan warga itu untuk beli seekor sapi," kata salah satu tokoh pemuda desa setempat, Masno, Senin (12/07/2021).
Dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, sebelum sapi hasil urunan itu disembelih, warga terlebih dahulu membaca doa bersama yang dilakukan di tempat terbuka, yakni di sawah milik warga.
"Doa bersama ini untuk keselamatan seluruh warga. Semoga kita terhindar dari wabah Covid-19 maupun tha’un seperti di zaman Nabi Isa," ungkap Masno.
Doa berasama ini dipimpin oleh Pengasuh Pondok Pesantren Atta’awun K. Fathorrahman di Desa Legung Barat, Kecamatan Batang-batang, Sumenep.
Ia menceritakan, ritual penyembelihan sapi itu menilik pada cerita bahwa pada jaman Nabi Isa, diketahui ada wabah tha’un. Saat itu Rasulullah langsung bersujud kepada Allah dan bertanya apakah umatnya akan mengalami nasib serupa dengan umat Nabi Isa.
"Semoga ikhtiar kami ini diridhoi Allah, dan wabah corona ini segera pergi dari sini," ujar Masno menegaskan.
Baca Juga: Pasar Hewan Ditutup, Pedagang Sapi dan Kambing di Sumenep Diminta Jualan Online
Kemudian Allah melalui Malaikat Jibril memberi tahu Rasulullah bahwa umatnya tidak akan ditimpakan wabah serupa dan disarankan membaca doa khusus, kemudian meniupkannya ke kepala hewan jantan yang akan disembelih.
"Berdasarkan sejarah Islam itulah, kami sepakat untuk menyembelih sapi jantan dan berdoa bersama demi keselamatan warga," ujarnya.
Prosesi penyembelihan dilakukan di simpang empat jalan dusun setempat. Setelah disembelih, daging sapi tersebut diberikan kepada warga setempat untuk dimasak di rumah masing-masing.
Berita Terkait
-
Pasar Hewan Ditutup, Pedagang Sapi dan Kambing di Sumenep Diminta Jualan Online
-
Praktik Curang Penjual Obat Selama PPKM Darurat, Satu Orang Diamankan Polisi Jatim
-
Covid-19 Menggila, Pengumuman Kematian Seakan Berkejaran dengan Kumandang Azan
-
4 Kasus Ganti Status Kelamin Ini Pernah Terjadi di Jawa Timur
-
Soroti Jatim, Luhut Minta Mobilitas Warga Dibatasi: Kuncinya Pengetatan
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang
-
Lima Tahun Holding UMi, BRI, Pegadaian, dan PNM Perkuat Ekonomi Kerakyatan
-
Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei
-
Viral Ludahi Ibu Gendong Balita dan Rampas HP, Debt Collector Gareng Diciduk Usai Setahun Buron
-
Diterjang Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Total Jalur Sidoarjo-Surabaya di Gedangan