SuaraJatim.id - Keterlibatan Randy Bagus Hari Sasongko dalam kasus aborsi Novia Widyasari (NW), mahasiswi Universitas Brawijaya kian menguat. Menyusul terungkapnya fakta baru dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, Selasa (22/3/2022).
Dalam sidang terungkap sosok pembeli dan pemesan cytotec atau obat penggugur kandungan.
Fakta persidangan menyebutkan, jika obat aborsi tersebut bukan dipesan oleh NW. Pemesan melalui aplikasi online itu diketahui dengan akun Ayuwtrrr warga Gedangrowo, Prambon, Sidoarjo. Obat tersebut dipesan pada 22 Agustus 2021.
Hal itu terungkap setelah JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto Ivan Yoko menghadirkan satu orang saksi atas nama Heri Utomo (59) merupakan orang tua dari Wahyu Triantini, yang disebut-sebut sebagai teman NW.
Dalam persidangan itu, Heri menyatakan mengenal NW, bahkan sering ke rumahnya. Lantaran nenek NW berasal dari Kecamatan Prambon.
Selain itu, Heri juga membenarkan jika ponsel yang digunakan untuk memesan pil cytotec merupakan ponsel miliknya.
"HP saya ini dipakai NW. Anak saya Ayu teman NW. Anak saya bilang NW pinjam (HP) untuk belanja di shopee, ndak tahu belanja apa," ungkap Heri menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim Sunoto saat persidangan.
Mendengar keterangan itu, Ketua Majelis Hakim Sunoto pun kembali melontarkan sejumlah pertanyaan. Mulai dari kejelasan siapa yang meminjam ponsel Heri, serta keberadaan aplikasi dan akun shopee yang ada di ponsel Heri.
"(pinjam ponsel) melalui anak saya yang ambil, NW di kamar. Saya tidak tahu (akun dan aplikasi shopee)," ujar Heri.
Baca Juga: Kesaksian Ibu NW Ungkap Ancaman Pembunuhan dari Ayah Randy Bagus Pasca Pelaporan ke Propam
Dalam kesaksian selanjutnya, Heri mengakui jika pemesan pil cytotec itu atas nama anaknya dan paket kiriman dialamatkan ke rumahnya. Ia juga mengakui jika nomor ponsel yang tertera dalam alamat pemesan merupakan nomor ponsel anaknya, Wahyu Triantini.
"Pemesannya atas nama Ayu. Nomor Ayu mungkin," kata Heri menjawab pertanyaan JPU Ivan Yoko.
Tak hanya soal pemesanan dan pembelian pil cytotec, Wahyu Triantini diduga merupakan pihak yang turut andil dalam perkara aborsi yang terjadi pada NW. Pemilik akun shopee Ayuwtrrrr ini dikabarkan orang yang menerima transfer uang dari terdakwa Randy.
Uang tersebut yang disinyalir digunakan untuk membayar pembelian pil cytotec sebesar Rp 474 ribu. Kendati demikian, dalam sidang kali ini JPU tidak menghadirkan Wahyu Triantini untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
Saat hakim Sunoto menanyakan kepada JPU, apakah akan menghadirkan saksi Wahyu Triantini, Ivan Yoko mengatakan jika saksi tersebut merupakan saksi a de charge yang diajukan penasehat hukum terdakwa.
"Tidak (masuk saksi JPU) yang mulia, karena dia saksi a de charge," ungkap Ivan.
Berita Terkait
-
Ibunda Randy Bakal Dipanggil Dalam Saksi Persidangan Kasus Novia Widyasari, Perannya Bakal Terkuak...!
-
Fakta Persidangan, Novia Widyasari Sempat Maki Ortu Randy, Pernah Dipaksa Aborsi dan Diancam Bunuh
-
Pecatan Polisi, Randy Bagus Bersimpuh Minta Maaf dan Menangis di Kaki Ibu Mendiang Novia Widyasari
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
Terkini
-
Jatim Sumbang 51% Produksi Gula Nasional, Khofifah Genjot Produktivitas Lewat Program Bongkar Ratoon
-
Evaluasi Boleh, Bubar Jangan! Suara Relawan SPPG Blitar Raya Dukung Program MBG
-
Mengaku Wartawan dan LSM, Makelar Kasus Gadungan di Pasuruan Gondol Rp120 Juta demi Sabu
-
Aset Mangkrak Jadi Kafe Hits 24 Jam: Begini Cara Pemkab Blitar Sulap Lahan Mati Jadi Ladang PAD
-
GrabCar Plus dan GrabCar Premium di Surabaya Hadirkan Layanan Perjalanan Nyaman serta Eksklusif