SuaraJatim.id - Bripda Randy Bagus Hari Sasongko mengakui telah mentransfer uang untuk membeli obat aborsi Novia Widyasari (21). Namun uang tersebut dikirim ke rekening orang lain.
Uang sebesar Rp 2,5 juta itu dikirimkan ke rekening Bank BCA atas nama Wahyu Triantini (23). Fakta ini terungkap dalam sidang yang digelar di ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, Kamis (7/4/2022).
Bermula saat Ketua Majelis Hakim Sunoto membacakan isi percakapan whatsapp antara Novia dengan Wahyu. Dalam percakapan itu, Novia menanyakan perihal obat penggugur kandungan kepada wanita yang biasa disapa Ayu ini.
"Serius, piroan (serius, berapaan). 2,5 lengkap tonggoku tas iki (Rp 2,5 juta lengkap tetanggaku baru-baru ini)," kata Sunoto membacakan chat Novia dengan Ayu.
"Satu minggu tak jupuk, iso a (waktu satu minggu aku ambil bisa?)" kata Sunoto dan kemudian menanyakan percakapan itu kepada Bripda Randy Bagus yang duduk di kursi pesakitan.
"Jadi itu Novia cerita ke saya trus di screenshoot ke saya, biar saya kirim uangnya ke Ayu," kata Randy menjawab pertanyaan Sunoto.
Dalam sidang itu, Randy juga mengakui sudah mentransfer uang sejumlah Rp 2,5 juta ke Ayu untuk membeli obat aborsi. Selain itu juga, Bripda Randy juga mengakui ikut serta mengambil paket berisi pil cytotec ke rumah Ayu pada 22 Agustus 2021.
"Iya yang mulia, sebesar Rp 2,5 juta. Tanggal 22 Agustus mengantar ke rumah ayu, sempat melihat sebentar (obat). Kemudian mengantarkan Novia pulang ke Mojokerto," kata Bripda Randy Bagus.
Fakta adanya pembelian obat ini berbanding terbalik dengan keterangan Ayu yang disampaikan pada sidang sebelumnya, Selasa (5/4) lalu. Kepada hakim Ayu mengaku tidak mengetahui jika obat yang dibeli menggunakan akun Ayuwtrrr itu obat aborsi.
Baca Juga: Pembeli Obat Aborsi Novia Widyasari Jadi Saksi Meringankan Bagi Randy Bagus
Ayu mengaku baru mengetahui setelah diperiksa di Mapolda Jawa Timur (Jatim) terkait kasus aborsi Novia. Bahkan dalam sidang tersebut, mahasiswa STIKES PPNI Mojokerto ini mencabut 5 poin berita acara pemeriksaan di Mapolda Jatim.
"Tidak ada Cytotec. Setahu saya itu obat herbal. Saya waktu itu (pemeriksaan) diarahkan tim penyidik," kata Ayu.
Menurut Ayu, pembelian obat penggugur kandungan itu merupakan inisiatif Novia. Lantaran kata Ayu, ketika itu Novia membutuhkan uang untuk membayar shopee pay letter, sebesar Rp 1,2 juta.
Meski Ayu tak menampik pembelian obat itu menggunakan akun shopee milik Ayu yang ada di ponsel ayahnya, Heri Utomo (59). Dari itu kemudian Randy mengirim uang ke rekening Ayu sebesar Rp 2,5 juta.
"Uang yang Rp 1,2 juta saya transfer ke Novia. Sisanya itu untuk bayar pesanan obat herbal. Kembaliannya saya berikan Novia waktu ngambil ke rumah diantar Randy," ucapnya.
Sidang lanjutan Bripda Randy Bagus ini pun sudah memasuki babak akhir. Pekan depan, sidang akan dilanjutkan dengan pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum (JPU).
Tag
Berita Terkait
-
Pembeli Obat Aborsi Novia Widyasari Jadi Saksi Meringankan Bagi Randy Bagus
-
Kuasa Hukum Randy Bagus Sebut Perkara Kliennya Terkesan Dipaksakan karena Viral
-
Dokter Spesialis Beri Penjelasan ke Majelis Hakim Obat yang Diduga Diminum Novia Widyasari
-
Jaksa Hadirkan Dua Saksi di Luar BAP Kasus Aborsi Novia Widyasari, Kuasa Hukum Randy Bagus Layangkan Protes
-
Sidang Randy Bagus di Mojokerto, Ini Sosok Pembeli Obat Penggugur Kandungan Novia Widyasari
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Tragedi KM Virgo di Masalembo: Tiga Warga Jember Masih Hilang, Petugas Kumpulkan Data Fisik DVI
-
Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
-
Jaga Mama Ya: Pesan Terakhir Mualim KM Virgo Sebelum Hilang di Laut Jawa
-
Teror Cicilan Pinjol, Pemuda di Tulungagung Ditemukan Meninggal Usai Pamit ke Kekasih
-
BRI Ukir Prestasi di Industri Olahraga, Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026