SuaraJatim.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun Jawa Timur memeriksa dua anggota DPRD setempat terkait kasus penyelewengan distribusi pupuk bagi petani Tahun Anggaran 2018-2019.
Dua anggota dewan ini masing-masing adalah Mujiono dan Sudiro. Keduanya diperiksa selama tujuh jam, mulai dari 09:00 WIB hingga 17:00 WIB. Dua dewan ini diduga terlibat dalam kapasitasnya pengurus distributor pupuk bersubsidi di Kabupaten Madiun.
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten, Purning Dahono Putro, membenarkan telah memeriksa Sudiro dan Mujiono. Keduanya diperiksa sebab pengurus distributor pupuk bersubsidi.
Sebetulnya ada tiga anggota DPRD Kabupaten Madiun yang dipanggil oleh tim penyidik, yakni Astin Yuni Wigyogo. Namun Astin mangkir tidak memenuhi panggilan.
"Untuk itu Kejaksaan Kabupaten Madiun akan memangil dengan menyurati kembali, untuk dimintai keterangan terkait pupuk bersubsidi tahun 2018-2019," katanya seperti dikutip dari suaraindonesia.co.id jejaring media suara.com, Rabu (08/06/2022).
Purning mengatakan, akibat duagaan adanya korupsi distribusi pupuk ini negara dirugikan sekitar Rp 2 miliar.
Untuk membongkar adanya dugaan korupsi pupuk bersubsidi di Kabupaten Madiun, tim penyidik akan mematangkan kasus sebelum ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.
Puring menambahkan, sudah ada 80 orang untuk dimintai keterangan dalam kasus ini.
"(Orang yang diperiksa) Diantaranya pejabat dari lingkup Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, kelompok tani, distributor dan penyuluh pertanian yang sudah diperiksa," katanya menegaskan.
Tag
Berita Terkait
-
Terduga Pembunuh Sadis Pensiunan RRI Madiun Ternyata 4 Orang, Aksi Pelaku Terekam CCTV
-
Sorotan Peristiwa Kemarin: Update Kasus Pembunuhan Pensiunan RRI di Madiun sampai Pria Surabaya Digebuki Warga Gresik
-
Update Kasus Pembunuhan Pensiunan RRI Madiun, Polisi Duga Ada Motif Asmara
-
Pegawai RRI Madiun Mau Pensiun Ditemukan Tewas dengan Banyak Luka Tusuk
-
Bus Sugeng Rahayu Terguling di Madiun, Belasan Penumpang Terluka
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Siasat Pedagang Sari Kedelai Surabaya: Cara Bertahan di Tengah Badai Kenaikan Harga Plastik
-
BRI Perkuat Holding Ultra Mikro, Kolaborasi Jepang Buka Akses Offshore Loan
-
Dari Gendong Arang ke Baitullah: Kisah Haru Nenek 91 Tahun JCH Tertua di Ponorogo
-
Dominasi Bank ASEAN di Global 500, BRI Tampil sebagai Kebanggaan Indonesia
-
Gus Fawait Pasang Badan: Tak Ada PHK bagi PPPK Jember Hingga 2027