SuaraJatim.id - Keluarga pasien kasus persalinan normal berujung kematian di RSUD Jombang akhirnya mencabut laporannya ke polisi. Meski demikian, penyelidikan kasus tersebut masih terus berlanjut.
Pencabutan laporan itu disampaikan Yopi Widianto (26) suami Rohma Roudotul Janna (29), pasien asal Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Ia menyatakan sudah mencabut laporannya ke polisi perihal kegagalan persalinan yang dialami istrinya itu.
"Iya mas, sudah dicabut dan sudah selesai permasalahannya," kata Yopi saat ditemui Suara.com, Senin (15/8/2022).
Yopi memilih mencabut laporannya ke polisi lantaran sudah mendapatkan penjelasan detail dari pihak dokter. Perihal kegagalan persalinan yang dialami istrinya berujung dengan kematian bayi perempuan anak pertamanya itu.
"Sudah dibicarakan bersama seluruh pihak yang terkait dan sudah clear," ungkap Yopi.
Meski sudah mencabut laporan, namun bukan berarti penyelidikan kasus persalinan gagal di rumah sakit pelat merah milik Pemkab Jombang itu selesai. Sebab, polisi masih terus mendalami perkara itu.
"Kepolisian masih menunggu hasil dari IDI, kalau dari IBI sudah," kata Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Giadi Nugraha.
Giadi menyatakan masih menunggu hasil telaah dari IDI perihal pemeriksaan dari 10 orang tim medis. Diantaranya 3 orang dokter, serta 7 bidan dan perawat baik dari RSUD Jombang maupun Puskesmas Sumobito.
"Nanti akan dijelaskan semua setelah menerima hasil pemeriksaan dari IDI dan IBI," tukas Giadi.
Baca Juga: Polisi Gandeng IDI dan IBI, Tangani Kasus Persalinan di RSUD Jombang
Diberitakan sebelumnya, Rohma Roudotul Jannah (29), ibu muda asal Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang harus kehilangan anak pertamanya. Lantaran keinginannya melakukan persalinan secara caesar tak dituruti pihak RSUD Jombang.
Istri dari Yopi Widianto (26) itu dipaksa melahirkan secara normal oleh pihak rumah sakit pelat merah milik Pemkab Jombang ini. Hingga akhirnya, bayi berjenis kelamin perempuan yang dilahirkan itu tak bisa diselamatkan.
Bayi tersebut meninggal dunia saat proses persalinan akibat mengalami distosia bahu atau kemacetan saat proses persalinan normal. Keluarga Jannah menduga ada malpraktik dalam penanganan persalinan di rumah sakit pelat merah ini.
Yopi Widianto (26), suami Jannah kemudian melaporkan dugaan itu ke Mapolres Jombang. Polisi pun langsung menindaklanjuti perkara ini dengan memeriksa 10 orang saksi. Untuk mengusut kasus ini, polisi juga menggandeng dua organisasi profesi, yakni IDI dan IBI.
Kontributor : Zen Arivin
Berita Terkait
-
Mas Bechi Hadiri Sidang di PN Surabaya: Alhamdulillah Sehat
-
Bertambah Dua Tersangka Baru Kasus Kecelakaan Kerja di Pabrik Gula Djombang Baru
-
Aliran Pipa Terpal Air Sawah Warga Jombang Macet, Ternyata Tersumbat Mayat
-
PB IDI Telaah Berkas Penyelidikan Kasus Persalinan Gagal di RSUD Jombang
-
Demo Buruh di Jombang Tuntut Kenaikan Gaji dan Cabut UU Cipta Kerja
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Indonesia Masuk Nominasi AFC Awards 2026, PSSI Bersaing dengan Kamboja dan Myanmar
- 4 Slip On Lokal Terbaik Menurut Review Pengguna, Empuk Buat Jalan Jauh hingga Jogging
Pilihan
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
Terkini
-
Gubernur Khofifah Serahkan Bantuan Alsintan ke Petani Lamongan: Teknologi & Inovasi Efektif-Efisien
-
Wadah Krim Wajah Jadi Kedok, Sabu 17 Gram Gagal Masuk Lapas Banyuwangi
-
Jalur Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Ditutup Imbas Kebakaran Hutan
-
Gunung Semeru 3 Kali Erupsi Hari Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1 Kilometer
-
Ibu, Sefril Nggak Bisa Pulang: Video Terakhir Atlet Panjat Tebing Sebelum Gugur di Badai Api Bromo