- Remaja berinisial GNS dijebak komplotan pemeras melalui aplikasi kencan OMI di sebuah gubuk wilayah Sanankulon, Blitar, Senin (11/5/2026).
- Pelaku ARD, RZQ, dan AG melakukan intimidasi serta kekerasan fisik guna merampas iPhone milik korban secara paksa.
- Satreskrim Polres Blitar Kota berhasil meringkus komplotan tersebut yang kini terancam hukuman maksimal sembilan tahun kurungan penjara.
SuaraJatim.id - Bagi GNS (17), seorang remaja asal Sanankulon, Blitar, perkenalannya dengan seorang gadis di aplikasi kencan OMI justru menjadi bencana.
Alih-alih mendapatkan pertemuan romantis, ia justru masuk ke dalam jebakan komplotan pemeras yang sudah menantinya di sebuah gubuk kosong.
Aksi kriminal bermodus umpan kencan ini akhirnya terbongkar setelah jajaran Satreskrim Polres Blitar Kota berhasil meringkus para pelakunya.
Tragedi ini bermula saat GNS terpikat oleh profil remaja perempuan berinisial AG di aplikasi OMI. Komunikasi yang intens berujung pada ajakan pertemuan. Namun, tanpa sepengetahuan korban, AG ternyata bermain dua kaki.
Ia melaporkan ajakan tersebut kepada temannya, ARD (19), yang kemudian menyusun rencana jahat untuk menguras harta korban.
Senin (11/5/2026) pukul 00.30 WIB, GNS menjemput AG dan membawanya ke sebuah gubuk di Jalan Kalpataru, Kelurahan Karangsari.
GNS merasa di atas angin, tak menyadari bahwa pergerakannya sedang dibuntuti oleh dua orang pria yang sudah siap melakukan penggerebekan.
Begitu sampai di gubuk, suasana mendadak tegang. ARD (19) bersama rekannya, RZQ (16), tiba-tiba muncul dari kegelapan. Mereka berpura-pura menjadi warga yang berang dan menuduh korban sedang berbuat mesum.
Di bawah intimidasi dan ancaman akan diteriaki massa, GNS tak berkutik. Tak cukup dengan kata-kata, para pelaku juga melakukan kekerasan fisik untuk menjatuhkan mental korban.
Baca Juga: Outing Class Berubah Kelam: Saat Ombak Pantai Pangi Seret 3 Santri, 1 Dinyatakan Hilang
Karena GNS hanya mengantongi uang Rp10 ribu, komplotan ini pun merampas paksa iPhone milik korban beserta kode aksesnya.
Kejahatan para pelaku ternyata tidak berhenti pada perampasan. Dengan akal bulusnya, mereka menawarkan uang damai kepada korban jika ingin ponselnya kembali. Dari tuntutan awal sebesar Rp300 ribu, disepakati angka tebusan Rp150 ribu dengan syarat korban membawa kartu pelajar.
Aksi nekat ini akhirnya menemui jalan buntu setelah korban yang terus-menerus diintimidasi memilih untuk melawan dengan melapor ke pihak kepolisian.
"Kami bergerak cepat setelah menerima laporan. Saat ini para pelaku sudah diamankan dan terancam hukuman hingga sembilan tahun penjara," tegas Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Rudi Kuswoyo, Jumat (12/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Para pelaku kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi dengan jeratan pasal perlindungan anak dan KUHP terkait pencurian dengan kekerasan.
Tragedi yang menimpa GNS menjadi alarm keras bagi para pengguna teknologi digital, terutama kaum muda. AKP Rudi Kuswoyo mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada ajakan bertemu dari orang yang baru dikenal di dunia maya.
Berita Terkait
-
Outing Class Berubah Kelam: Saat Ombak Pantai Pangi Seret 3 Santri, 1 Dinyatakan Hilang
-
Gedung Sekolah Diratakan Demi KDMP, Siswa SDN Tlogo 2 Blitar Belajar di Tengah Puing
-
Ingkar Janji di Desa Tlogo Blitar: Proyek KDMP Robohkan Sekolah Sebelum Siapkan Pengganti
-
Ironi! Banyak Anggota DPRD Blitar Absen Saat Tradisi Sakral Brokohan Pancasila
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
BRI Umumkan Buyback Saham di Tengah Gejolak Pasar, Fokus Tingkatkan Nilai Pemegang Saham
-
Apes! Niat Kencan Lewat Aplikasi OMI, Remaja Blitar Malah Masuk Jebakan Komplotan Pemeras
-
Tangis Pecah di Tepian Bengawan Solo, Santri Ngawi Hilang Ditelan Arus
-
BRI: Pertumbuhan DPK 11,40% Cerminkan Kepercayaan Publik yang Kuat
-
Istri Pergi Beli Makan, Kakek di Ngawi Tewas Terjebak Kobaran Api di Rumah