facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pegawai BRI Terpapar Corona, Hasilnya Keluar Setelah Pasien Meninggal

Dwi Bowo Raharjo Rabu, 08 Juli 2020 | 11:39 WIB

Pegawai BRI Terpapar Corona, Hasilnya Keluar Setelah Pasien Meninggal
Wali Kota Malang, Sutiaji meninjau Pasar Induk Gadang. (Beritajatim)

Pemkot Malang telah meminta kantor BRI tersebut ditutup sementara.

SuaraJatim.id - Wali Kota Malang Sutiaji membenarkan kabar bahwa ada dua karyawan BRI Kanwil Malang terkonfirmasi positif COVID-19. Merespon itu, Pemkot telah meminta kantor BRI ditutup sementara.

Wali Kota Sutiaji mengatakan karyawan tersebut positif covid setelah melihat hasil tesnya pada Senin (6/7/2020) lalu. Sebelum meninggal dunia, satu karyawan tersebut sudah berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

"Hasil swab-nya keluar, kondisi pasien sudah meninggal dunia," kata Sutiaji Rabu (8/72020).

Kemudian tim Gugus Tugas atau Satgas COVID-19 Pemkot Malang kata Sutiaji, langsung melakukan test swab terhadap 200 orang karyawan BRI dalam yang dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, ada 80 karyawan yang dites dan hasilnya satu karyawan dinyatakan positif.

Baca Juga: Polisi Sita KTP Pelanggar Protokol Kesehatan di Kabupaten Malang

"Dari 80 (swab) itu, ada 1 yang positif, tapi statusnya Orang Tanpa Gejala (OTG)," kata dia.

Pada test swab gelombang kedua diikuti 120 karyawan. Namun hingga saat ni hasilnya belum keluar. Melihat kondisi tersebut, pihaknya telah menyarankan BRI Kanwil Malang untuk menutup sementara pelayanan.

"Seharusnya sudah ditutup sementara, tapi pihak Kanwil memastikan pelayanan dipindah di gedung sebelah," ujarnya.

Ia kemudian mengimbau warga yang merasa kontak erat dengan pasien positif COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri.

"Saya imbau kalau ada yang kontak erat, segera melakukan isolasi mandiri," pungkasnya.

Baca Juga: Punya Banyak Utang, Pasien Corona di Malang Paksa Minta Pulang

Terpisah, Humas Kanwil BRI Malang Rahman Arif melalui keterangan tertulisnya menyatakan telah mengambil langkah antisipatif dengan melakukan koordinasi bersama rumah sakit rujukan COVID-19 yang ditunjuk pemerintah.

Lalu melakukan tracing terhadap orang yang kontak erat dengan karyawan yang terindikasi juga dilakukan.

“Kami juga tengah melakukan tracing atas aktivitas dan kontak yang dilakukan oleh pekerja terpapar untuk memutus mata rantai dan mencegah penularan di sekitar,” jelasnya.

Meski demikian, lanjut dia, pelayanan kepada nasabah bisa terus berjalan normal dengan selalu menerapkan protokol kesehatan.

"Sebagai alternate site, pelayanan dan operasional dipindahkan ke gedung baru yang terletak di alamat yang sama,” ujarnya.

Sementara itu, Bank BRI memastikan Kantor Wilayah BRI Malang yang terletak di Jalan Laksamana Martadinata No.80 tetap beroperasi normal dan melayani nasabah.

Operasional layanan gedung utama sementara ini dikosongkan untuk dilakukan sterilisasi dan dipindahkan ke alternate site baru yang terletak di alamat yang sama namun gedung yang berbeda.

“Sementara waktu, layanan kepada nasabah Kami pindahkan ke Gedung baru yang terletak di alamat yang sama. Kami berkomitmen untuk tetap memberikan layanan bagi masyarakat yang ingin melakukan transaksi perbankan, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Pemimpin Wilayah BRI Malang Prasetya Sayekti dalam keterangan tertulisnya.

Prasetya menambahkan BRI juga terus melakukan koordinasi dengan tim Satgas COVID-19 dari Dinas Kesehatan serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kota Malang untuk memastikan bahwa alternate site telah memenuhi prosedur yang diwajibkan.

“BRI memastikan bahwa masyarakat yang ingin bertransaksi di kantor tersebut akan tetap aman, karena semua pekerja BRI menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan sudah melakukan swab tes serta hasilnya negatif COVID-19,” jelasnya.

Ia melanjutkan, protokol yang diterapkan antara lain mewajibkan penggunaan masker untuk seluruh pekerja dan nasabah yang memasuki kantor atau banking hall, penyediaan tempat cuci tangan dan hand sanitizer sebelum memasuki kantor atau banking hall dan ruangan ATM / CRM.

Selain itu, juga dilakukan pengukuran suhu dengan termo gun bagi setiap orang yang memasuki wilayah kantor BRI, penggunaan akrilik pembatas di seluruh Teller dan CS, melakukan penyemprotan disinfektan atau sterilisasi selama tujuh hari berturut - turut, penerapan physical distancing bagi nasabah antrian maksimal 10 untuk teller dan CS, penggunaan face shield untuk seluruh satpam pada saat bertugas serta pengaturan jarak antar pekerja serta pemberian vitamin dan suplemen kepada seluruh pekerja.

“Bank BRI berkomitmen untuk memberikan layanan perbankan yang prima di tengah pandemi dengan prinsip people’s first atau mengutamakan keselamatan pekerja dan nasabahnya,” pungkasnya.

Kontributor : Aziz Ramadani

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait